SportlinkNews - Indonesia membidik target lebih tinggi di gelaran Kejuaraan Asia Junior 2025 yang akan berlangsung pada 18–27 Juli mendatang, di GOR Manahan, Solo.
Di tahun ini, PP PBSI mentargetkan dua gelar juara dari nomor beregu dan satu dari perorangan, khususnya di ganda putra.
Kombinasi pemain Pelatnas dan klub diyakini bisa memperbaiki pencapaian skuat Merah Putih dair tahun lalu. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian.
Baca Juga: Diego Simeone Hindari Pertanyaan Soal Wasit saat Atletico Dipermalukan PSG
Ia menegaskan bahwa sistem baru yang digunakan di kategori beregu campuran, yakni sistem poin 110 (relay), membuka peluang besar bagi tim Indonesia untuk tampil solid dan kompetitif di kategori itu.
"Indonesia mengincar satu gelar di sektor beregu dan satu gelar dari sektor perorangan. Dengan sistem poin 110, saya berharap kita bisa mengulang sukses juara beregu seperti di WJC tahun lalu, sementara di sektor perorangan, peluang terbesar ada di ganda putra," ujar Eng Hian, Senin, 16 Juni 2025.
Catatan hasil dari Kejuaraan Asia Junior 2024 menjadi acuan utama dalam menyusun strategi tahun ini.
Baca Juga: CEO Al-Hilal: Negosiasi Inzaghi Rumit Terkait Ikatan Inter
Saat itu, tim beregu Indonesia hanya mampu mencapai babak perempat final, sebelum dihentikan oleh Jepang dan akhirnya finis di posisi 3/4, bersama Malaysia.
Sementara di kategori perorangan, satu medali perak berhasil diraih dari sektor ganda campuran lewat pasangan Darren Aurelius/Bernadine Anindya Wardana yang kalah di final dari pasangan China, Lin Xiang Yi/Liu Yuan Yuan.
Tambahan satu medali perunggu lainnya datang dari tunggal putra, Richie Duta Richardo. Sementara atlet andalan lainnya, Muhammad Zaki Ubaidillah, terhenti di babak perempat final tunggal putra.
Baca Juga: PSG Memanas di Bawah Terik Matahari LA, Atletico Madrid Digerus 4-0
Ubaidillah yang akrab di sapa Ubed ini, merupakan satu-satunya pemain di skuat Indonesia di Kejuaraan Asia Junior tahun ini yang sudah pernah merasakan atmosfer pertandingan beregu level senior. Pada April lalu, dia termasuk dalam bagian skuat Piala Sudirman 2025.
Tapi di tahun ini dua sektor tersebut dinilai jauh lebih kompetitif persaingannya, sehingga berdasarkan perhitungan di atas kertas, PBSI melihat sektor ganda putra sebagai peluang besar meraih prestasi individu.
Salah satu pasangan yang menjadi andalan di sektor ganda putra yakni, Raihan Daffa Edsel Pramono/Muhammad Rizki Mubarrok (Djarum Kudus).
Baca Juga: Tak Mau Kalah dengan Timnas Indonesia, Malaysia Naturalisasi 37 Pemain
Mereka meraih beberapa gelar bergengsi sepanjang 2024, antara lain juara Badminton Asia U17 & U15 Junior Championships 2024 di Chengdu dan lima gelar juara single turnamen baik nasional maupun internasional sepanjang 2024.
Tim Bulutangkis Indonesia yang akan turun di Kejuaraan Asia Juior 2025 ini akan didukung oleh pemusatan latihan intensif, termasuk training camp beregu sejak 1 Juli dan latihan bersama kategori perorangan mulai 18 Juli di Pelatnas Cipayung.
Artikel Terkait
Ganda Putra Leo/Daniel Tumbang di Kejuaraan Asia
Meski Cedera Bahu, Ganda Putra Malaysia Chia/Soh Tetap Bertanding di Kejuaraan Asia 2025
Setelah Absen Panjang, Ng Tze Yong Siap Tampil di Kejuaraan Asia 2025
Tim Bulu Tangkis Indonesia Berangkat ke China untuk Tampil di Kejuaraan Asia 2025
Kombinasi Pelatnas dan Klub, Tim Muda Indonesia Siap Berlaga di Asia Junior 2025