Jonatan Christie Puji Perkembangan Alwi Farhan Usai Duel Semifinal Korea Open 2025

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Sabtu, 27 September 2025 | 22:46 WIB
Tunggal muda Alwi Farhan terhenti di semifinal Korea Open 2025, tapi performanya dipuji idolanya, Jonatan Christie, 27 September di Suwon. (PBSI)
Tunggal muda Alwi Farhan terhenti di semifinal Korea Open 2025, tapi performanya dipuji idolanya, Jonatan Christie, 27 September di Suwon. (PBSI)

SportlinkNews - Perjalanan Alwi Farhan di Korea Open 2025 terhenti di babak semifinal. Meski gagal melangkah ke partai puncak, tunggal putra muda Indonesia itu menilai pencapaiannya kali ini menjadi pengalaman penting dalam kariernya.

Alwi menyebut laga kontra Jonatan Christie bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan momen bersejarah bagi dirinya. Karena untuk pertama kalinya ia berhadapan dengan senior sekaligus idolanya di level internasional.

"Pertandingan ini titik yang penting buat saya. Ada banyak pelajaran berharga yang bisa saya petik," ucap Alwi mengaku. 

Baca Juga: Nova Arianto Beberkan Target Timnas U-17 Indonesia di Piala Dunia 2025

"Saya belajar bagaimana seorang pemain bisa membalikkan keadaan saat tertekan dan tetap konsisten menjaga fokus," katanya.

Menembus semifinal turnamen level Super 500 untuk pertama kali, menurutnya, baru menjadi awal. Ia memastikan tidak akan merasa puas hanya sampai sini. 

"Cukup senang bisa sampai ke semifinal, tapi saya belum puas. Masih ada banyak target yang ingin saya capai. Saya akan terus berusaha memperbaiki diri dan meningkatkan performa," tegasnya.

Baca Juga: Jelang UFC 320, Magomed Ankalaev Beri Perhatian pada Duel Ulberg Vs Reyes

Sang idola, Jonatan Christie mengatakan meski dirinya keluar sebagai pemenang, ia mengakui Alwi tampil mengejutkan, terutama pada gim pertama.

"Setelah saya unggul lumayan banyak, Alwi mengubah permainan jadi semakin agresif. Itu cukup mengagetkan," ujar Jonatan.

Menurut Jonatan, perkembangan yang ditunjukkan Alwi dalam beberapa bulan terakhir patut diapresiasi. Ia menilai juniornya itu memiliki potensi besar untuk bersaing di level elite.

"Penampilannya luar biasa berkembang. Di gim kedua dan ketiga saya coba lebih sabar dan mengandalkan pengalaman untuk bisa mengatasi agresivitasnya," tambah Jonatan.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X