SportlinkNews - Persiapan sektor ganda putri menuju agenda besar seperti SEA Games 2025 terus menjadi sorotan. Dari evaluasi awal, pelatih ganda putri PBSI, Karel Mainaky, menilai tiga pasangan baru menunjukkan progres positif.
sementara duet Lanny Tria Mayasari/Amallia Cahaya Pratiwi dinilai masih belum maksimal hasilnya. Karel menilai, pasangan ini masih belum menemukan ritme permainan terbaiknya.
Sejak dibentuk pada 1 Agustus lalu, empat pasangan baru ganda putri pelatnas sudah ditempa lewat turnamen internasional, mulai dari Hong Kong Open, China Masters, hingga Korea Open.
Baca Juga: Zak Brown Umumkan Penjualan Saham McLaren Racing Telah Rampung dengan Valuasi ,1 Miliar
Walau hasilnya belum mencatatkan prestasi maksimal, Karel menyebut sebagian besar pasangan tampil sesuai ekspektasi.
"Secara umum sesuai dengan yang saya harapkan. Hanya saja Tiwi/Lanny masih belum ketemu, masih belum sesuai dengan target yang saya inginkan," ujar Karel di Pelatnas PBSI, Cipayung, awal pekan ini.
Di sisi lain, pasangan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, serta Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari dinilai lebih stabil. Meski masih kalah di beberapa turnamen, tapi Karel melihat potensi mereka sudah terlihat.
Baca Juga: Formasi Tiga Bek Bikin Man United Terpuruk, Rio Ferdinand Tekan Ruben Amorim Ubah Taktik
"Contohnya Rachel/Febi, mereka kalah dari Apri/Fadia. Itu lebih ke faktor pengalaman. Di poin-poin kritis, mereka masih banyak bikin kesalahan, namun bila dilihat keseluruhan, mereka sudah oke," jelas Karel.
Evaluasi ini menurut Karel akan menjadi dasar pembenahan ke depan, terutama dalam memilih dua ganda untuk dikirimkan ke SEA Games 2025 Thailand. PBSI berharap sektor ganda putri mampu mengulang sukses dengan kembali menyumbang emas bagi Merah Putih.
Pada edisi sebelumnya, SEA Games 2023 di Kamboja, tim bulutangkis Indonesia tampil sebagai juara umum dengan 11 medali, termasuk lima emas.
Dengan dominasi itu, PBSI berharap tradisi emas tetap terjaga meski kali ini mengandalkan kombinasi baru di sektor ganda putri.
Artikel Terkait
Tanpa Wakil, Ganda Putri Indonesia Tersisih dari Hong Kong Open 2025
Hong Kong Open 2025 : Duel Panas China vs India di Tunggal, China vs Jepang di Ganda Putri
China Masters 2025: Jonatan Christie hingga Ganda Putri Indonesia Hadapi Tantangan Berat di Laga Perdana
Febriana/Meilysa Tersingkir, Rachel/Febi Selamatkan Muka Ganda Putri Indonesia di China Masters 2025
Tanpa Apriyani/Fadia, PBSI Percayakan Ganda Putri Muda di SEA Games 2025