Tiga Wakil di Final, Satu Gelar Jadi Penghibur Indonesia di Hylo Open 2025

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Senin, 3 November 2025 | 09:01 WIB
Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie menjaga asa sektor tunggal dengan meneruskan perjuangan ke perempat final Denmark Open 2025 usai mengalahkan Kodai Naraoka dari Jepang, di Odense, 17 Oktober  (PBSI)
Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie menjaga asa sektor tunggal dengan meneruskan perjuangan ke perempat final Denmark Open 2025 usai mengalahkan Kodai Naraoka dari Jepang, di Odense, 17 Oktober (PBSI)

SportlinkNews - Indonesia harus berlapang dada membawa pulang satu gelar juara Hylo Open 2025 meskipun menempatkan tiga wakil di partai puncak.

Satu-satunya titel datang dari sektor tunggal putra lewat Jonatan Christie, sementara dua wakil lainnya harus puas menjadi runner-up.

Jonatan tampil solid di partai puncak menghadapi wakil Denmark, Magnus Johannesen. Unggulan kedua itu menang meyakinkan dua gim langsung 21-14, 21-14.

Baca Juga: Beraksi di Melon Cup All Star 2025, Wulan Guritno Jadi Sorotan

Kemenangan ini menjadi gelar ketiganya sepanjang tahun ini setelah sebelumnya menjuarai Korea Open Super 500 dan Denmark Open Super 750.

Gelar ini menjadi pelipur lara bagi Jonatan setelah hasil kurang memuaskan di French Open, yang diakuinya terjadi karena kesalahan strategi.

Dengan tambahan gelar ini, maka poin Super Seriesnya diprediksi akan meningkat dan dia bisa masuk ke jajaran 8 besar untuk lolos tampil di BWF World Tour Finals di akhir tahun nanti di Hangzhou, China. 

Baca Juga: Dia Hidup untuk Gol, Robot Haaland Kembali dari Malfungsi

Lalu dari sektor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani harus mengakui keunggulan unggulan kedua asal Denmark, Mia Blichfeldt, dengan skor 11-21, 21-7, 12-21. Ini menjadi kekalahan keduanya atas Blinchfeldt.

Putri menilai lawannya memang kali ini bermain cukup baik dengan serangan dan keagresifannya. Sebaliknya, ia justru lebih banyak ragu dan bingung terutama di gim pertama dan ketiga.

"Pasti kecewa dengan hasil ini tapi saya tetap bersyukur bisa naik podium di Hylo Open karena di dua pertandingan terakhir hasilnya kurang memuaskan," ujar Putri.

Baca Juga: Leao dan Maignan: AC Milan Pantang Menyerah, Kami Merasa Percaya Diri

Ia juga menyebut tur Eropa ini sebagai pengalaman berharga untuk memperbaiki konsistensi permainannya.

Nasib serupa dialami pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani yang takluk dari duet Taiwan, Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi Lin, lewat duel ketat 19-21, 18-21. Ini jadi runner-up empat bagi mereka dari empat final. 

"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin hari ini tapi lawan bermain dengan baik terutama sisi penyerangannya jadi kami terus tertekan. Bola drive mereka juga tidak bisa kami imbangi," ungkap Sabar usai pertandingan, 

Baca Juga: Leao dan Maignan: AC Milan Pantang Menyerah, Kami Merasa Percaya Diri

"Tentu, mixed feelings, satu sisi sedih karena lagi-lagi harus jadi runner-up tapi kami bersyukur bisa tampil cukup baik meski kondisi tidak 100% fit," ungkap Sabar seusai laga.

Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X