SportlinkNews - Pelatnas Wilayah (Pelatwil) mulai diluncurkan oleh PP PBSI. Program ini dibagi menjadi dua wilayah, Barat dan Tengah, sementara untuk wilayah Timur masih dalam pengkajian.
Pelatnas Wilayah ini merupakan langkah strategis untuk desentralisasi pembinaan atlet bulutangkis di Indonesia. Memberikan kesempatan yang lebih luas bagi atlet-atlet daerah untuk berkembang tanpa harus berpindah ke Pulau Jawa.
Meluncurkan program ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PBSI dan Pengprov pelaksana di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu, 5 November 2025.
Baca Juga: Persaingan Lengkap! 16 Tim Terakhir Mulai Unjuk Gigi di Piala Dunia U-17 2025
Pengprov PBSI Sumatera Utara sebagai pelaksana Pelatnas Wilayah Barat dan Pengprov PBSI Jawa Timur sebagai pelaksana Pelatnas Wilayah Tengah.
Ketua Tim Kajian Pelatnas Wilayah Slamet Soedarsono mengatakan bahwa Pelatnas Wilayah ini guna memastikan pembinaan atlet muda berjalan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.
Melalui Pelatnas Wilayah, PBSI menghadirkan standar pelatihan nasional langsung ke daerah dengan sistim, pelatih dan fasilitas yang terintegrasi.
"Ke depan, kami berharap akan lahir pemain-pemain hebat dari berbagai daerah, bukan hanya dari pusat-pusat bulutangkis tradisional seperti Pulau Jawa. Program Pelatwil ini sepenuhnya didanai oleh PP PBSI sebagai bentuk komitmen organisasi dalam memperkuat sistem pembinaan nasional," ujar Slamet.
Baca Juga: Erick Thohir Minta Maaf Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026, Presiden Prabowo Bilang Harus Coba Lagi
Sementara itu, untuk penyediaan sarana dan prasarana akan didukung oleh Pengprov PBSI Sumatera Utara dan Pengprov PBSI Jawa Timur sebagai pelaksana.
"Nantinya Pelatnas Wilayah Barat akan membawahi seluruh wilayah Sumatera. Sementara Pelatnas Wilayah Tengah meliputi, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur," tambah Slamet.
Wilayah pembinaan ini dipilih dengan melihat potensi yang dimiliki oleh daerah-daerah tersebut dalam melahirkan atlet bulutangkis berbakat.
Slamet menambahkan Sumatera Utara dan Jawa Timur dipilih sebagai lokasi Pelatnas Wilayah karena memiliki kesiapan yang paling komprehensif untuk menjadi model pelaksanaan pelatnas.
Baca Juga: Xabi Alonso Akui Real Madrid Banyak Melakukan Kesalahan yang Membuat Liverpool Menang
Hal itu berdasarkan kajian yang sudah dilakukan secara mendalam dari berbagai aspek yaitu sarana, prasarana, sumber daya manusia hingga track record prestasi.
Program Pelatnas Wilayah ini akan dibuat menyerupai dengan program Pelatnas Pusat, yang akan proses promosi dan degradasinya setelah satu tahun.
"Pemilihan pelatih akan direkomendasi PBSI Pusat dengan kategori pelatih nasional serta untuk program latihan akan diramu pelatih tersebut sesuai kebutuhan wilayahnya. Hasilnya akan dipantau setidak-tidaknya tiga bulan sekali," kata Slamet.
Baca Juga: Arsenal Masih Kuasai Klasemen Liga Primer Ingris, Manchester City dan Liverpool Mulai Mengancam
Sedangkan untuk kategori umur. Pemain yang direkrut adalah U15 dengan mekanisme perekrutan melalui seleksi wilayah.
"Rencananya seleksi Pelatwil akan dilakukan dalam waktu dekat ini dan ketika sudah terpilih dan terlatih, para pemain akan diprogram untuk mengikuti Sirkuit Nasional dengan biaya dari pusat," tukasnya lagi.
Artikel Terkait
Indonesia Borong Empat Gelar di Indonesia Masters II 2025, PBSI Puji Pembinaan Atlet
PBSI Gas Pol Transformasi! Fadil Imran: "Sistem Juara Harus Berbasis Data"
PBSI Pasangkan Adrian Pratama dengan Verrell Yustin, Siap Debut di Yogyakarta
PBSI Andalkan Skuad Muda di SEA Games 2025
Putri KW Tunjukkan Peningkatan Signifikan, PBSI Optimistis Menuju Level Dunia