PBSI Bidik Hasil Optimal di Kumamoto Masters dan Australia Open 2025

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Rabu, 12 November 2025 | 00:10 WIB
PBSI menanti comeback prestasi dari pasangan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti di dua turnamen penutup tahun BWF Super 500, Kumamoto Master dan Australian Open. (PBSI)
PBSI menanti comeback prestasi dari pasangan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti di dua turnamen penutup tahun BWF Super 500, Kumamoto Master dan Australian Open. (PBSI)

SportlinkNews - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) membidik hasil optimal dalam dua turnamen penting di bulan November yang termasuk dalam rangkaian BWF World Tour Super 500.

Mereka yakni, Kumamoto Masters 2025 di Jepang (11-16 November) dan Australia Open 2025 di Sydney (18-23 November).

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa kedua ajang tersebut menjadi kesempatan berharga bagi para pemain pelatnas untuk menambah poin peringkat BWF.

Baca Juga: BTN Ungkap Alasan Timnas U-22 Hadapi Mali Jelang SEA Games 2025

Selain itu, turnamen ini juga menjadi ajang untuk menguji kesiapan mereka dalam menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi.

"Turnamen ini bukan sekadar soal hasil, tapi juga soal proses pembentukan mental dan konsistensi. Kami menurunkan kombinasi pemain senior dan muda agar regenerasi bisa berjalan seimbang," ujar Eng Hian.

Eng Hian menuturkan, Kumamoto Masters akan menjadi ajang pembuktian bagi pemain muda seperti Alwi, Ubed, dan Dhinda untuk menantang pemain unggulan dunia. 

Baca Juga: Pistons Perpanjang Tren Kemenangan, Cade Cunningham Bersinar di Malam Penuh Drama NBA Cup 2025/26

Sementara itu, ia juga menantikan kembalinya performa terbaik dari Gregoria Mariska Tunjung dan pasangan Apriyani Rahayu/Fadia Ramadhanti setelah sempat menurun dalam beberapa turnamen terakhir.

"Untuk Kumamoto, saya ingin melihat bagaimana mereka menghadapi tekanan di level super 500. Targetnya jelas, yakni tampil all out dan kumpulkan poin sebanyak mungkin," tegasnya.

Berbeda dengan Kumamoto Masters, PBSI menargetkan gelar juara di Australia Open 2025, terutama dari sektor tunggal putra dan ganda putra yang menjadi andalan utama Indonesia.

Baca Juga: BTN Awasi Ketat Persiapan Timnas U-22, PSSI Target Pertahankan Emas SEA Games 2025

"Saya berharap Fajar/Rian bisa juara di Australia Open setelah tiga kali finis sebagai runner-up di Korea, Denmark, dan French Open. Hasil ini akan jadi kunci mereka untuk lolos ke World Tour Finals bulan Desember nanti," kata Eng Hian.

Namun, PBSI harus menyesuaikan rencana keikutsertaan pemain akibat kendala administrasi.

Menurut Kabid Hubungan Luar Negeri PBSI, Bambang Roedyanto, proses pembuatan visa entertainer Jepang memakan waktu 2–6 minggu, sehingga sejumlah pemain yang baru tampil di Hylo Open tidak dapat langsung tampil di Kumamoto Masters.

Baca Juga: Nova Arianto Berpotensi Naik Level, PSSI Buka Peluang Tangani Timnas U-20?

"Untuk tampil di turnamen di Jepang, kami harus lebih dulu mengurus Certificate of Eligibility (COE) sebelum mengajukan visa entertainer. Proses ini cukup panjang, sehingga kami harus membagi program pemberangkatan pemain," jelas Bambang.

PBSI berharap dua turnamen ini dapat memperkuat posisi Indonesia di ranking dunia sekaligus menjadi tolok ukur kesiapan tim menuju BWF World Tour Finals 2025 yang akan diikuti para pemain utama.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X