Lewat Drama Sengit, Gregoria dan Dhinda Lewati Tantangan Pertama Kumamoto Masters 2025

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Rabu, 12 November 2025 | 22:11 WIB
Gregoria Mariska Tunjuk teriak usai sukses melewati rintangan pertamanya di Kumamoto Masters 2025, di Kumamoto Prefectural Gymnasium, Jepang, Rabu, 12 November 2025. (PBSI)
Gregoria Mariska Tunjuk teriak usai sukses melewati rintangan pertamanya di Kumamoto Masters 2025, di Kumamoto Prefectural Gymnasium, Jepang, Rabu, 12 November 2025. (PBSI)

SportlinkNews - Petik kemenangan dramatis, dua wakil Indonesia di sektor tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi sukses lewati tantangan pertama mereka di Kumamoto Masters 2025

Bermain di Kumamoto Prefectural Gymnasium, Jepang, Rabu, 12 November 2025, Gregoria, yang berstatus unggulan keempat, harus bekerja keras sebelum akhirnya menyingkirkan wakil Chinese Taipei, Hung Yi-Ting, melalui duel ketat yang berakhir dengan skor 17-21, 21-9, 21-18 dalam waktu 42 menit.

Sempat kehilangan gim pertama, tunggal putri peringkat 11 dunia itu mengaku bersyukur bisa membalikkan keadaan dan menuntaskan laga dengan kemenangan. Hasil ini sekaligus menjadi pelipur lara setelah dirinya dua kali tersingkir di babak pertama pada Denmark dan French Open sebelumnya.

"Kemenangan ini sangat berarti karena di dua turnamen sebelumnya saya selalu kalah di babak pertama. Walaupun permainan saya belum maksimal, tapi saya bersyukur bisa melewati pertandingan dengan hasil positif," ujar Gregoria.

Gregoria menilai kekalahan di gim pertama disebabkan oleh banyaknya kesalahan sendiri dan permainan yang terlalu terburu-buru. Ia pun bertekad tampil lebih sabar di laga berikutnya.

"Saya sempat unggul 12-8, tapi malah terburu-buru ingin menyelesaikan gim. Di dua gim selanjutnya, saya berusaha fokus pada permainan sendiri dan meminimalisir kesalahan," tambahnya.

Sementara itu, juniornya, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi juga berhasil melangkah maju, bahkan dia menciptakan kejutan besar dengan menumbangkan unggulan keenam asal Thailand, Busanan Ongbamrungphan. 

Dhinda pun menang lewat pertarungan tiga gim yang menegangkan, 21-15, 13-21, 23-21, dalam laga berdurasi lebih dari satu jam.

Dhinda mengaku kemenangan itu menjadi pembuktian setelah ia sempat gugup di awal pertandingan menghadapi lawan yang jauh lebih berpengalaman.

"Di awal saya agak gugup, tapi terus mencoba meyakinkan diri bahwa saya bisa. Kondisi angin di lapangan juga cukup menyulitkan, jadi saya berusaha lebih hati-hati agar tidak banyak melakukan kesalahan sendiri," kata Dhinda.

Meski sempat kehilangan kendali di gim kedua, Dhinda mampu bangkit dan menunjukkan daya juang tinggi di gim penentuan. Ia mengaku kunci kemenangan kali ini adalah fokus menjaga kondisi fisik dan mental setelah tampil di Korea Masters pekan lalu.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X