Beban Status Tunggal Putri Utama, Putri KW Gagal Tembus Perempat Final Indonesia Masters 2026

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Kamis, 22 Januari 2026 | 22:11 WIB
Satu-satunya tunggal putri Indonesia di Indonesia Masters 2026, Putri Kusuma Wardani terhenti di babak kedua, di Istora Senayan, Kamis, 22 Januari 2026. (PBSI)
Satu-satunya tunggal putri Indonesia di Indonesia Masters 2026, Putri Kusuma Wardani terhenti di babak kedua, di Istora Senayan, Kamis, 22 Januari 2026. (PBSI)

SportlinkNews - Perjalanan Putri Kusuma Wardani di Daihatsu Indonesia Masters 2026 harus terhenti lebih cepat dari yang diharapkan. Tekanan mental sebagai tunggal putri pertama Indonesia saat ini jadi beban.

Tampil sebagai satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia sekaligus menyandang status pemain terbaik nasional saat ini, Putri gagal melangkah ke perempat final setelah takluk dari wakil Chinese Taipei, Huang Yu-Hsun.

Pertandingan berjalan ketat sejak awal. Putri sempat membuka peluang dengan merebut gim kedua dan memaksa laga berlanjut ke gim penentuan.

Baca Juga: Skuat PSIM Yogyakarta Mulai Pulih, Laskar Mataram Bakal Jadi Ancaman Serius di Putaran Kedua Super League

Namun, tekanan konsisten yang dilancarkan Huang membuat Putri kembali kehilangan kendali di momen-momen krusial, hingga harus menyerah dengan skor 17-21, 21-19, 17-21.

Putri mengakui bahwa lawan tampil dengan persiapan yang sangat matang. Pola permainan cepat dari area depan dan agresivitas serangan udara menjadi faktor yang membuatnya kesulitan mengembangkan permainan.

"Dari gim pertama sampai ketiga saya cukup tertekan. Lawan sudah menyiapkan strategi yang rapi, terutama mengambil bola depan dan menyerang dengan jump smash, itu membuat saya sulit membaca arah bola," ungkap Putri, 22 Januari 2026.

Baca Juga: FIFA Berencana Turunkan Harga Tiket Piala Dunia 2026

Statusnya sebagai pemain peringkat tujuh dunia sekaligus tunggal putri utama Indonesia juga membawa konsekuensi tersendiri.

Putri tak menampik adanya tekanan mental saat harus tampil sendirian mewakili sektor tunggal putri Merah Putih di turnamen kandang.

"Ada tekanan pasti. Main sendiri itu rasanya beda, tidak ada teman yang bisa saling menyemangati. Tapi saya coba menjadikan itu sebagai motivasi, supaya pemain-pemain muda juga punya target untuk mengejar," ujarnya.

Baca Juga: Chelsea Memang Kesulitan Menang Lawan Pafos

Indonesia Masters 2026 menjadi turnamen ketiga yang dijalani Putri dalam rentang waktu sebulan, setelah sebelumnya tampil di Malaysia Open dan India Open.

Padatnya agenda kompetisi di awal tahun diakuinya turut memengaruhi kondisi fisik, meski ia menegaskan tetap berusaha tampil maksimal.

Usai tersingkir dari Indonesia Masters, Putri kini memiliki jeda cukup panjang sebelum kembali turun bertanding di All England 2026 pada Maret mendatang.

Baca Juga: Milomir Seslija Pastikan Persis Solo Siap Layani Tantangan Borneo FC di Putaran Kedua Super League

Waktu tersebut akan dimanfaatkan untuk pemulihan sekaligus memperbaiki sejumlah catatan dari tiga turnamen awal musim.

"Sekarang bisa lebih fokus istirahat dan latihan. Banyak evaluasi yang harus diperbaiki, dan itu akan saya kejar di masa persiapan," tambahnya kemudian.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X