Debut di All England 2026, Raymond/Joaquin Tak Sabar Injak Karpet Abu-Abu Ikonik

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Jumat, 13 Februari 2026 | 20:00 WIB
Kemenangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di semifinal Thailand Masters 2026 memastikan gelar ganda putra untuk Merah Putih, usai menciptakan all Indonesia final, melawan Leo/Bagas. (PBSI)
Kemenangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di semifinal Thailand Masters 2026 memastikan gelar ganda putra untuk Merah Putih, usai menciptakan all Indonesia final, melawan Leo/Bagas. (PBSI)

SportlinkNews - Tampil pertama kali di All England 2026, pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin mengaku sangat antusiasi menyambut turnamen BWF Super 1000 tersebut.

Bagi duet muda ini, All England bukan sekadar turnamen, melainkan panggung impian yang akhirnya bisa mereka jajaki.

Joaquin mengaku ada satu hal unik yang sudah lama membuatnya penasaran, yakni karpet abu-abu khas All England yang diperkenalkan sejak 2024 dan menjadi identitas visual baru turnamen tersebut.

Baca Juga: Putri Jakarta Electric PLN Ikuti Jejak Jakarta Pertamina Enduro ke Final Four Proliga 2026

"Ada satu yang sangat saya nantikan saat debut nanti, yaitu berjalan di karpet abu-abu itu. Kelihatannya ikonik dan eksklusif. Saya belum pernah main di karpet warna itu, jadi penasaran ingin merasakannya langsung," tuturnya.

Namun di balik rasa antusias tersebut, Raymond justru memilih menatap ajang ini dengan pendekatan berbeda. Ia lebih menekankan kualitas permainan dan berani memasang target tinggi.

"Saya ingin tampil sebaik mungkin, bahkan kalau bisa jadi yang terbaik," ucap Raymond.

Baca Juga: Undian Piala Asia 2026: Timnas Indonesia di Grup Neraka, Vietnam Tantang Korsel

Meski begitu, keduanya sepakat bahwa ambisi besar tidak boleh lepas kendali. Mereka sadar level persaingan di All England jauh lebih ketat dibanding turnamen lain. Karena itu, langkah yang realistis dan persiapan matang menjadi kunci.

"Ambisi memang ada, tapi harus dikontrol. Kami harus melangkah step by step. Bermain di level ini butuh fisik yang benar-benar siap karena tidak akan mudah," kata Joaquin lagi. 

Sejak pertama kali digelar pada 1899, Indonesia telah mengoleksi 34 gelar All England, dengan 24 di antaranya disumbangkan oleh sektor ganda putra.

Gelar perdana dari nomor ini diraih pada 1972 melalui pasangan Christian Hadinata/Ade Candra, sedangkan gelar terakhir dipersembahkan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto pada 2024.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X