SportlinkNews - Kepala Pelatih Tunggal Putri Pratama Wiempie Mahardi melihat situasi penuh tantangan saat ini sebagai penyemangat atau motivasi dalam melatih tim.
“Dalam jangka pendek, pelatih harus membangun komunikasi dan kepercayaan, antara atlet dan pelatih dan antara sesama atlet. Istilahnya, atlet dan pelatih harus satu hati dan satu visi,” ujar Wiempie.
Wiempie yang 9 tahun menjadi pelatih di PB Jaya Raya menambahkan, hari-hari pertama latihan dimanfaatkan untuk meningkatkan kebugaran tubuh dan mengembalikan teknik pukulan.
Baca Juga: Persib Bandung Perpanjang Rekor Belum Terkalahkan di Liga 1 2024/2025
“Karakter petarung itu penting. Ini yang akan saya bangun dalam latihan sehingga atlet mempunyai mental yang tangguh ketika menghadapi lawan maupun tantangan lain ketika bertanding."
"Saya akan ajak para atlet untuk bersaing ketat secara sehat dalam berlatih maupun bertanding,” ujar Wiempie juga pernah melatih di India, Amerika Serikat, dan Singapura.
Untuk mewujudkan itu, lanjut Wiempe, dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait dan pendampingan pelatih teknik sehingga setiap sesi latihan berjalan tepat sasaran.
Baca Juga: Manchester United dan Juventus Tertarik Pinjam Pemain Barcelona
“Setiap detik latihan itu sangat berharga. Kita harus tahu apa tujuan dari satu sesi latihan itu, apakah teknik, fisik, power, endurance, atau apa."
"Setelah itu harus bisa diukur apakah kita mencapai tujuan dari satu sesi latihan tersebut,” tegas Wiempie.
Wiempie mendefinisikan tugasnya sebagai pelatih Pelatnas dengan dua output, yakni prestasi dan regenerasi.
Baca Juga: Krisis Penjaga Gawang Manchester United, Kiper Disebut Setara Pemain U-12
“Selain mengejar prestasi hari ini, kami sebagai pelatih juga harus menyiapkan generasi yang akan datang dengan kualitas yang baik dalam segala aspek,” ujar Wiempie.
Artikel Terkait
Ronaldo Keceplosan Sebut Georgina Rodriguez Istrinya, Para Penggemar Jadi Baper
Bukayo Saka Unggah Foto dari Ranjang Rumah Sakit
Real Madrid Tegaskan Solusi Lama untuk Krisis Bek Tengah, Tetap Andalkan Militao
Kisah Jay Idzes: Perjuangan Kakek dari Panti Asuhan hingga Membela Timnas Indonesia