SportlinkNews - Opsi bongkar pasang di ganda putra demi mencari komposisi terbaik sebelum memasuki masa kualifikasi Olimpiade LA 2028 masih terbuka. Namun, pelatih ganda putra Antonius Budi masih ingin berhitung lagi.
Saling tukar pasangan dalam ganda memang selalu menjadi pilihan ketika hasil yang diharapkan tidak atau kurang sesuai. Apalagi PBSI memberikan kebebasan semua pelatih di tahun ini mencari komposisi pemain terbaik, sebelum di tahun depan dipatenkan untuk mengejar poin kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.
Saat ini, di level utama ganda putra Indonesia memiliki tiga pasang. Satu pasang masuk kategori atlet elite, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan dua pasangan di lapis kedua, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan M. Shohibul Fikri/Daniel Marthin.
Baca Juga: Pekerjaan Rumah Fajar/Rian, Fokus Peningkatan Fisik
"Ya bisa juga masih ada perombakan. Tapi, kita merombak itu harus ada tujuannya, siapa yang terbaik," tutur Anton.
"Dari tiga pasang ini ada dua level. Fajar/Rian levelnya sudah di atas dan yang dua ini masih di bawah, ini sulit sekali karena kalau mau merombak harus hati-hati perhitungannya, harus tepat dan jangan sampai jadi bumerang," tambahnya.
Fajar/Rian saat ini sudah menempati rangking empat dunia. Kalau mau dirombak, menurutnya, yang harus dipikirkan bagaimana rangkingnya.
Baca Juga: PUMA Rilis Ultra 5 Carbon Speed Edition, Sepatu Cepat dengan Teknologi Formula 1
Lalu, Leo/Bagas kini masuk ke 20 besar dunia dan Fikri/Daniel naik ke 21 dunia. Keduanya ini merupakan rombakan pelatih terdahulunya, tapi Anton menilai kurang memungkinkan untuk dikembalikan lagi ke pasangan masing-masing.
"Saya masih mau lihat tiga pasangan ini di beberapa turnamen lagi. Mau lihat dulu peluangnya seperti apa, mau dirombak lagi atau tidak kita lihat hingga pertengahan tahun ini untuk cari komposisi terbaik," imbuhnya.
Kendati kemungkinan perombakan pasangan masih terbuka, tetapi Anton tetap memberikan target kepada ketiganya untuk bahan pertimbangan. Di mana dirinya ingin dalam satu tahun ini, ketiga pasang ini harus sudah bisa masuk 10 Besar dunia.
"Targetnya itu, tapi ini harus proses dulu karena tidak segampang itu. Karena persaingan ganda di 32 Besar itu sudah merata, di babak pertama saja sudah bisa saling mengalahkan, jadi persiapannya itu harus matang," tambah Anton.
Artikel Terkait
Tangis Pecah di Lapangan Bulutangkis, Hikmat Ramdani-Leani Ratri Oktila Raih Emas Pertama Indonesia
BWF World Tour Finals 2024: Tim Bulutangkis Indonesia Jajal Arena Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium
Bulutangkis Indonesia Raih Gelar Perdana di Tahun Ini, Lanny/Fadia Juara di Thailand Masters 2025
Siti Fadia Siap Jadi Andalan Indonesia di Badminton Asia Mixed Team Championship 2025
Pekerjaan Rumah Fajar/Rian, Fokus Peningkatan Fisik