SportlinkNews - Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat memastikan bahwa tidak ada pembubaran pelatnas karena imbas efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah.
Namun yang ada pengurangan atau penyesuaian cabang-cabang olahraga super prioritas.
Setelah hasil review yang dilakukan Kemenpora, menurutnya, akan ada penyesuaian klasifikasi cabang-cabang olahraga tersebut.
Baca Juga: Dikritik Bonek Bikin Motivasi Pemain Persebaya Bangkit dan Bisa Kalahkan PSBS Biak
Kini Kemenpora hanya akan terfokus kepada 4-5 cabang olahraga yang prioritas Olimpik dengan potensi medali. Hal itu diungkapkannya di Pelatnas PBSI Cipayung, Rabu, 19 Februari 2025.
"Review 13 cabang olahraga prioritas belum selesai dilakukan, sehingga keputusannya belum final. Tapi saat ini sudah ada empat cabang yang sudah direview, yakni panahan, panjat tebing, bulutangkis, dan angkat besi," kata Taufik.
Efisiensi yang dilakukan pemerintah memotong anggaran Kemenpora hampir 45%. Kendati Kemenkeu memberikan tambahan sebesar Rp 170 Miliar, tapi total anggaran Kemenpora hanya Rp 1,4 triliun.
Baca Juga: PSS Sleman Tunjuk Pieter Huistra sebagai Pelatih Baru Gantikan Mazola Junior
Jumlah itu akan dibagi untuk seluruh kegiatan, termasuk anggaran pelatnas cabang-cabang olahraga.
"Kami hari ini akan kembali mengajukan lagi ke Kemenkeu. Lalu, ya harapannya, mudah-mudahannya balik normal lagi segera (anggarannya)," tutur Taufik.
"Ya, mungkin Pak Menteri juga tidak mau berasumsi (pembubaran pelatnas), yang asumsi itu kan cabor saja. Tapi, kami akan mengusahakan balik ke normal lagi, namun butuh waktu," tambahnya.
Taufik berharap paraketua cabang-cabang olahraga menenangkan atletnya. Dengan memberikan solusi dan perencanaan terkait keuangan yang lebih baik.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Liga 1 2024/2025 Pekan ke-24, Duel Persebaya vs Dewa United FC Bakal Seru
"Kalau semua mengandalkan pemerintah, tidak mungkin juga kan," imbuh peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 itu.
"Harapannya Ketua Cabang Olahraga memiliki perencanaan yang lebih baik juga ke depan, karena jujur anggaran kami tidak cukup, realistis saja," ucapnya lagi.
Dia meminta cabang-cabang olahraga untuk mencari anggaran lain selain dari pemerintah.
Seperti yang dilakukan bulutangkis yang menurutnya sudah sejak dulu sudah disokong oleh sponsorship.
Artikel Terkait
Berkaca Pada PON XXI Aceh-Sumut, Ini Alasan Kemenpora Belum Terbitkan Rekomendasi untuk PON dan Peparnas di NTB dan NTT
Kemenpora Dukung Penuh Gelaran Internasional Kejuaraan Dunia Senam ke-53 di Indonesia Arena
Masuk DBON, Kemenpora Dukung Aksi PSSI Pers Gelar Media Cup Piala Menpora 2024
Sea-Doo Indonesia Kolaborasi Bersama Kemenpora Bina Atlet Jetski Berbakat
Erick Thohir dan Menpora Bahas Kolaborasi BUMN-Kemenpora untuk Tingkatkan Prestasi Olahraga Indonesia