SportlinkNews - Tunggal putri diharapkan bisa mencatatkan prestasi tertinggi di All England 2025, Maret mendatang, mengikuti dua sektor lainnya, tunggal putra dan ganda putra yang kembali jadi sorotan.
Tunggal dan ganda putra adalah juara bertahan di turnamen BWF World Tour Super 1000 itu. Di 2024, bahkan tunggal putra Indonesia mampu menciptakan All Indonesian Finals, antara Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting.
Sementara ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto adalah juara bertahan dua tahun berturut-turut. Kedua sektor ini kembali jadi andalan.
Baca Juga: Sumut United FC Juara PNM Liga Nusantara 2024/2025 Redam Tornado FC
"Tapi tidak hanya Jojo dan Fajar/Rian, kami berharap semua elite player Indonesia juga dapat menunjukkan kualitas permainan dan prestasi tertinggi," kata Kabid Binpres PP PBSI, Eng Hian dikutip dari rilis PBSI, Kamis, 27 Februari 2025.
Di sektor tunggal putri, Gregoria diharapkan bisa mengikuti jejak Jojo dan Fajar/Rian, sedangkan Putri KW (Kusuma Wardani) harus bisa mencapai prestasi optimal.
"Sejauh ini kesiapan menuju Birmingham berjalan lancar. Hasil tes fisik atlet yang akan ikut serta di All England sebagain besar sudah masuk dalam parameter yang ditentukan," tuturnya.
Baca Juga: PUMA Rilis Koleksi 'Forever' Pack, Hadir dengan Desain Berani dan Futuristik
"Sedangkan untuk yang belum masuk, hanya sebagain kecil. Mereka akan dikejar melalui program khusus yang dirancang oleh pelatih fisik dan tim pendukung," tambah Eng Hian lagi.
All England adalah salah turnamen bulu tangkis berusia tertua, 126 tahun. Digelar pertama kali pada 1899 dan sempat berhenti dua kali ketika terjadi Perang Dunia I dan Perang Dunia II.
Sejak 2018, turnamen dengan nama lengkap All England Open Badminton Championships ini ditetapkan menjadi Super 1000 dalam sistem BWF bersama China Open, Malaysia Open, dan Indonesia Open.
Baca Juga: Adidas Luncurkan Mystic Victory Pack dengan Desain Berani dan Futuristik
Tan Joe Hok adalah atlet Indonesia pertama yang meraih gelar juara All England di 1959. Dia dari sektor tunggal putra.
Rekor juara dari Indonesia di turnamen ini dipegang Rudy Hartono yang memenangkan juara tunggal putra sebanyak delapan kali, dengan tujuh kali di antaranya dimenangkan secara bertutur-turut. Rudy menjadi juara pada 1968-1974 dan 1976.