SportlinkNews - Ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja kembali menunjukkan performa impresif.
Kali ini di babak pertama All England, mereka langsung menggebrak dengan memulangkah unggulan kedua asal Malaysia, Chen Tang Jie-Toh Ee Wei.
Bermain selama satu jam lebih, Rehan/Gloria akhirnya memenangi babak ini lewat tiga gim sengit dengan skor akhir 18-21, 22-20, 21-11.
Baca Juga: Hasil Liga 1: Gol Septian David Buyarkan Kemenangan Persebaya, PSIS Tahan Seri Tuan Rumah
Rehan/Gloria meneruskan tren positif yang berhasil dibangun mereka dalam dua pekan.
Setelah hasil ciamik di BWF World Tour Super 300, kini di turnamen BWF World Tour 1000 ini mereka akan menemui tantangan lebih besar.
"Dibandingkan minggu lalu, tensi pertandingan di All England pasti tinggi dan itu terasa di pertandingan ini," kata Rehan/Gloria.
"Puji Tuhan kami bisa melewati dua minggu ke belakang di level Super 300 tapi sekarang kami dites di level Super 1000 memasuki minggu ketiga turnamen, tak mudah karena karur tetap tangguh dan harus tetap konsisiten," ujarnya lagi.
Baca Juga: Prediksi Atletico Madrid vs Real Madrid: Berharap Tuah di Metropolitano
Kemenangan atas Chen/Toh ini jadi bukti pasangan 110 dunia bahwa mereka mampu bersainga di level tertinggi.
Apalagi secara rangking dua keduanya terpaut jauh, Rehan/Gloria di 110 dunia dan Chen/Toh ada di peringkat empat dunia.
"Start kami sangat bagus dalam empat turnamen pertama, sangat bersyukur atas itu. Ini berarti kualitas kami ada di sini dan tahu standar kami seperti apa," ujarnya.
Dia, Rehan, dan sang pelatih Vita Marissa dinilainya akan terus belajar bagaimana untuk bisa naik level.
Baca Juga: Prediksi Arsenal Vs PSV: Hanya Keajaiban yang Bisa Hancurkan The Gunners
Rehan sendiri menyoroti pentingnya komunikasi dan mental bertanding dalam laga ini. Komunikasi menurutnya adalah kunci kemenangan mereka.
"Saya berterima kasih karena kak Gloria mau menerima masukan saya walau dia sudah senior," imbuhnya.
"Kami juga berani capek mainnya walau tidak gampang menjaga fokus dan kondisi tubuh setelah masuk turnamen ketiga, tapi berkat pikiran dan sugesti yang positif, kami bisa tetap tampil lepas," ungkap Rehan lagi.
Pada laga itu, Rehan mengatakan bahwa dirinya dan Gloria memang tidak menerapkan variasi permainan yang biasa. Sehingga lawan pun kesulitan mengantisipasi strategi mereka.
Baca Juga: Harry Kane Menjadi Pemain Inggris Pertama yang Mencetak 10 Gol dalam Satu Musim Liga Champions
"Kalau dari permainan, ada beberapa variasi yang diterapkan di luar kebiasaan-kebiasaan yang kami lakukan, itu membuat lawan seperti kaget tadi," tambahnya.
Di babak kedua All England ini, Rehan/Gloria kembali akan memainkan laga ulangan dari final Orleans Masters 2025 yang berlangsung pada awal Maret lalu.
Dalam pertandingan tersebut, Rehan/Gloria harus puas sebagai runner-up setelah kalah dua gim langsung atas Jesper Toft/Amalie Magelund.