SportlinkNews - Ganda putri Indonesia harus kehilangan gelar juara bertahan Swiss Open yang tahun lalu diperoleh lewat Lanny Trias Mayasari/Ribka Sugiarto.
Perjalanan satu-satunya wakil Merah Putih di sektor ini pada edisi 2025, Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi akhirnya terhenti di semifinal yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Sabtu, 22 Maret 2025.
Mereka menyerah di tangan pasangan Cina, Jia Yi Fang/Zhang Shu Xian dengan skor 11-21, 12-21. Ini menjadi kekalahan pertama bagi Febriana/Amallia atas ganda unggulan kelima tersebut.
Baca Juga: Adidas dan Olympique Lyon Rilis Koleksi Retro Ikonik untuk Sepak Bola Wanita
Ganda Cina ini memang pasangan baru, tetapi Jia adalah salah satu pemain senior yang sempat menduduki peringkat satu dunia cukup lama bersama Chen Qingchen, sebelum akhirnya di pisah setelah Olimpiade Paris tahun lalu.
Namun, di laga kali ini penyebab kekalahan Febriana/Amallia bukan dari lawan, tetapi lebih kepada permainan sendiri.
Hari ini, kata Amallia, pengambalian bola mereka ketika bertahan tidak akurat arahnya.
"Sehingga lawan pun bisa dengan mudah melakukan blok atau kena intersep di depan," tuturnya di kutip dari PBSI.
Baca Juga: Adidas Luncurkan Predator +TEAMGEIST, Sepatu dengan Sentuhan Nostalgia Piala Dunia 2006
Setelah kalah di gim pertama, Febriana/Amallia mengaku mencoba merubah pola permainan dengan banyak bermain reli. Namun, lagi-lagi penyakit di gim pertama terjadi lagi.
"Gim kedua kami coba mengubah pola permainan dengan banyak main reli, tapi karena sering tidak akurat pengembaliannya jadi banyak tekanan malahan," tambah Febriana.
Dengan hasil ini maka sejauh ini mereka masih belum bisa menembus final dari lima turnamen yang telah diikuti di tahun ini. Ini merupakan pencapaian terbaik mereka sejauh ini.
Baca Juga: Patrick Kluivert Optimis Timnas Indonesia Bisa Lolos ke Piala Dunia 2026
"Secara performa di tur Eropa ini ada peningkatan dari sebelumnya. Walaupun secara hasil belum sesuai dengan yang diinginkan," ucap Amallia lagi.
"Semoga hasil ini bisa jadi batu loncatan yang positif untuk perjalanan kami ke depan," tambahnya.
Sementara itu, berbicara evaluasi, Febriana mengatakan kedepannya mereka harus lebih konsisten dalam menerapkan pola permainan dan meningkatkan akurasi pukulan.