SportlinkNews - Ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti menatap Badminton Asia Championships 2025 dengan tekad besar.
Mereka tidak mau mengulangi kesalahan yang terjadi di tur Eropa kemarin, langsung tersingkir di babak awal Swiss Open 2025.
Salah satu kendala mereka saat tur Eropa kemarin adalah kurangnya intensitas latihan bersama.
Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia 2025: Tantangan Berat Menuju Piala Dunia U-17
Fadia yang pada tur Eropa kemarin harus berbagi fokus dengan ganda putri, membuat kinerjanya bersama Dejan Ferdinansyah kurang maksimal.
"Kami harus memperbaiki yang kurang dari sebelumnya. Mulai dari pola latihan sampai strategi menghadapi lawan," kata Dejan Ferdinansyah.
Karena di Cina nanti, mereka akan langsung berharapan dengan lawan tangguh di babak awal, yakni unggulan kedua tuan rumah, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping.
Baca Juga: Ole Romeny: Gol untuk Nenek, Jersey Tak Dicuci, dan Impian Bawa Indonesia ke Piala Dunia
Dengan pengalaman dan kualitas lawan yang mumpuni, Dejan Ferdinansyah menilai bahwa persiapan strategi ini sangat krusial.
"Saya sendiri tidak mau jauh-jauh ke Cia tanpa hasil maksimal. Karena ini, pola latihan yang lebih baik ini harus dibicarakan dengan Fadia, agar performa kita bisa meningkat juga," tegasnya.
Selain strategi teknis, Dejan Ferdinansyah juga menekankan mental bertanding yang harus diperkuat. Ia menegaskan bahwa siapa pun lawannya, mereka harus siap bertarung dan tidak boleh menyerah begitu saja.
Dengan persiapan yang matang, runner-up Thailand Masters ini berharap bisa memberikan hasil lebih baik di Kejuaraan Bulutangkis Asia 2025 nanti.