SportlinkNews - Skandal pengaturan skor (match fixing) kembali membayangi He Ji Ting. Pemain spesialis ganda asal Cina diduga terlibat pengaturan skor di salah satu pertandingan All England 2023.
Kabar ini muncul pertama kali di media sosial Weibo. Di mana diduga informasi tersebut dibocorkan oleh sang mantan pacar He Ji Ting.
Meski belum ketahuan laga mana dia terlibat, namun sejumlah spekulasi mengarah pada laga semifinal melawan pasangan Indonesia, Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto.
Saat itu, He Ji Ting masih berpasangan dengan Zhou Hao Dong, sebelum kini berduet dengan Ren Xiang Yu.
Baca Juga: Piala Asia U-17: Indonesia Tantang Korea, Mampukah Garuda Muda Pecah Rekor Buruk?
Dugaan semakin kuat setelah muncul laporan bahwa He Ji Ting mengunjungi sebuah kasino sehari sebelum pertandingan tersebut.
Setelah laga berlangsung, pihak kasino diduga memberikan uang sebesar 100 ribu Dolar AS sekitar 1,6 miliar Rupiah kepada He Ji Ting, yang kemudian diberikan kepada mantan pacarnya tersebut.
Ini bukan kali pertama He Ji Ting tersandung skandal pengaturan skor. Dia pernah juga terlibat pada 2018 lalu, tepatnya di Fuzhou China Open 2018.
He Ji Ting bersama tiga pemain Cina lainnya, Li Jun Hui, Liu Yu Chen, dan Tan Qiang terbukti melanggar Pasal 3.1.2 Kode Etik BWF 2017 terkait perjudian dan hasil pertandingan yang tidak wajar.
Baca Juga: Piala Asia U17 2025: Erick Thohir Minta Timnas U17 Indonesia Tak Gentar dan Tidak Takut Kejar Mimpi ke Piala Dunia 2025
Keempatnya dinyatakan gagal menggunakan upaya terbaik untuk memenangkan pertandingan, yang berujung pada sanksi larangan bermain selama tiga bulan dengan masa percobaan dua tahun mulai 25 Januari 2022.
BWF juga mewajibkan mereka mengembalikan hadiah uang turnamen.
He Ji Ting dan Tan Qiang harus mengembalikan 12.250 Dolar AS, sementara Li Jun Hui dan Liu Yu Chen masing-masing kehilangan 2.187,50 Dolar AS.
Namun pada 2024 lalu, He Ji Ting sudah kembali bertanding dengan berpasangan dengan Ren Xiang Yu.
Baca Juga: Jelang Lawan Korea di Piala Asia U17 2025, Timnas U17 Indonesia Dinilai Siap Secara Mental dan Fisik
Terekam dalam media sosialnya, dia mengikuti Thailand Masters, All England, Piala Thomas Uber, Singapore Open, dan Australia Open, semua di tahun 2024.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi atau pernyataan resmi dari Federasi Bulutangkis Cina maupun Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) terkait dugaan ini.
Bila dirinya terbukti bersalah, He Ji Ting akan menerima sanksi lebih berat, mengingat ini bukan pertama kalinya ia tersandung kasus serupa.