SportlinkNews - Gagal pertahankan gelar juara Asia, Indonesia pulang tanpa gelar dari Badminton Asia Championships 2025.
Dua perunggu dari ganda campuran dan ganda putra menjadi raihan terbaik untuk wakil Merah Putih di kejuaraan dua tahunan edisi kali ini.
Ini menjadi kenyataan pahit bagi Indonesia, karena tradisi terputus lagi.
Mengingat paska covid, 2022 Indonesia selalu mampu meraih minimal satu gelar juara di turnamen tertinggi di level Asia ini.
Baca Juga: Indonesia Tampil Dua Kali Beruntun di Piala Dunia U-17, Ini Daftar Negara Lainnya
Catatan ini mengulang era suram di tahun 2016-2019 di mana tidak ada gelar juara yang diraih.
Namun ganda campuran sukses mencuri perhatian, di mana ganda muda, Jafar Hidayatullah/Felisha A Pasaribu yang dinilai tampil apik, melangkah hingga semifinal.
Pelatih ganda campuran PBSI, Rionny Mainaky, menilai performa Jafar/Felisha sudah menunjukkan potensi besar. Namun, jam terbang menjadi sorotannya.
Pasalnya, jam terbang yang tinggi dinilainya akan mempengaruhi ketenangan dalam momen-momen krusial. Ketenangan itu yang dinilai masih belum matang di Jafar/Felisha.
Baca Juga: Korea Utara U17 Waspadai Gaya Permainan Timnas U17 Indonesia di Semifinal Piala Asia U17 2025
Dalam laga semifinal melawan pasangan Jepang, Hiroki Midorikawa/Natsu Saito, Jafar/Felisha harus mengakui keunggulan lawan dalam tiga gim yang ketat.
"Start mereka (Jafar/felisha) memang kurang bagus, tapi bisa membalikkan keadaan di gim pertama dan kedua," Ujar Rionny dikutip dari PBSI.
"Sayangnya, di akhir-akhir tidak bisa menyelesaikan, lawan yang lebih berpengalaman meningkatkan variasi dan penempatan bola, hal itu yang membuat Jafar/Felisha panik," tambahnya.
Menurutnya, kekalahan tersebut bukan akhir, melainkan bagian dari proses. Dan turnamen ini, dinilai Rionny, menjadi pengalaman berharga bagi pasangan debutan tersebut.
Baca Juga: Rayhan Hannan: Saya Mohon Maaf pada Jakmania
"Mereka sangat baik menghadapi rasa gugup. Dari awal sudah saya pesankan untuk bisa kuasai keadaan dari servis awal, saat menyerang maupun diserang" kata mantan pelatih timnas putri Jepang tersebut.
"Teknik harus ditingkatkan, tenaga ditambah, dan keyakinan lebih dikuatkan lagi. Dengan kualitas saat ini, saya yakin mereka siap main di level atas," pungkas Rionny.