SportlinkNews - Menjelang gelaran Piala Sudirman 2025, ada beberapa sejarah dan fakta-fakta menarik dari turnamen beregu campuran paling prestisius di dunia bulu tangkis ini.
Ada yang sudah menjadi rahasia umum, tetapi ada juga fakta yang terpendam sekian tahun.
Piala Sudirman belum setua Piala Thomas atau Uber. Diperkenalkan pada tahun 1989, kejuaraan ini menjadi turnamen beregu termuda di antara ajang-ajang resmi Badminton World Federation (BWF).
Baca Juga: Gol Zahaby Gholy dan Fadly Alberto di Piala Asia U17 2025 Masuk Nominasi Gol Terfavorit
Uniknya, Piala Sudirman hanya digelar pada tahun-tahun ganjil agar tidak berbenturan dengan jadwal Piala Thomas dan Uber.
Dalam sejarah Piala Sudirman, Indonesia memegang tahta spesial. Bukan hanya karena menjadi juara edisi perdana, tetapi juga karena menjadi tuan rumah pertama turnamen ini.
Tapi, sayangnya, sejak itu, Merah Putih belum pernah lagi mengangkat trofi. Terakhir Indonesia bisa masuk final pun sudah cukup lama, yakni pada 2007 lalu artinya sudah 18 tahun lalu.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Lagi On Fire, Sandy Walsh Disambut Tantangan Berat di ACL Elite
Rekor Indonesia di kejuaraan ini adalah pemegang jumlah runner-up terbanyak dibandingkan negara mana pun, sebanyak 6 kali.
Pada perhelatan Piala Sudirman, menariknya, status tuan rumah kerap membawa keberuntungan.
Total tujuh kali negara penyelenggara berhasil menjadi juara, membuktikan bahwa dukungan publik lokal bisa menjadi faktor pembeda di panggung sebesar ini.
Namun bila membahas dominasi, Cina pasti tidak boleh dilewatkan.
Baca Juga: Indonesia Terpilih Pimpin South East Asia Regional Anti-Doping Organization (SEARADO)
Sejak 1995, Negeri Tirai Bambu hanya absen dari podium tertinggi dua kali, yakni saat Korea Selatan menggagalkan ambisi mereka pada tahun 2003 dan 2017.
Hebatnya, setelah kekalahan di 2003, Cina bangkit dan merebut lima gelar berturut-turut, tanpa kehilangan satu pun partai di final.
Selain Cina dengan 11 kali gelar, Korea empat kali dan Indonesia satu kali gelar, tidak ada negara lain yang berhasil mengangkat piala ini.
Baca Juga: Leicester City Degradasi, Jamie Vardy Putuskan Hengkang di Akhir Musim
Nyatanya, memang lima negara yang pernah masuk ke babak final sehingga saat ini, yakni Cina, Korea, Jepang, Denmark dan Indonesia.
Ya, Denmark menjadi satu-satunya negara Eropa yang pernah mencapai final, yaitu pada tahun 1999 dan 2011.
Meski belum mampu juara, capaian itu tetap membanggakan mengingat dominasi negara-negara Asia.
Lalu, tahukan bila perjalanan turnamen di tujuh edisi pertama Piala Sudirman selalu digelar bersamaan dengan Kejuaraan Dunia dan berlangsung selama dua minggu.
Baru pada tahun 2003, turnamen ini dipisahkan dan diselenggarakan secara mandiri, dengan Belanda menjadi tuan rumah edisi perdana yang berdiri sendiri.