bulutangkis

Piala Sudirman 2025: Lawan Inggris, Indonesia Siap Amankan Poin dan Aklimatisasi

Sabtu, 26 April 2025 | 15:34 WIB
Sekuat putra Indonesia di Piala Sudirman 2025 di Xiamen, Cina.

SportlinkNews - Memiliki kekuatan satu level di atas Inggris, Indonesia harus bisa memanfaatkan laga pertama penyisihan Grup D Piala Sudirman 2025, Minggu, 27 April 2025 untuk aklimatisasi lapangan dan ambil poin penuh.

Hal itu dinilai pengamat bulutangkis Indonesia, Daryadi, menjadi kesempatan terbaik bagi pemain untuk adaptasi dengan shuttlecock, lapangan, pantulan lampu, dan atmosfer pertandingan. 

Karena di pertandingan selanjutnya, Indonesia akan menghadapi lawan yang lebih sulit.

Baca Juga: Kenangan Buruk Park Joo Bong di Semifinal Piala Sudirman 2023, Mampukah Dia Membalasnya?

Inggris yang datang dengan dominasi pemain muda, dinilainya sebagai tim terlemah di Grup D dibandingkan India ataupun Denmark. Apalagi tidak ada pemainnya yang terlalu menonjol.

"Sejauh ini, dari semua lini, baik putri maupun putri rata-rata tidak ada yang menonjol. Belakangan, Inggris sepertinya sudah agak meredup prestasi pemainnya, jadi ini kesempata terbaik untuk para pemain kita untuk ambil poin penuh," ucap Daryadi saat dihubungi, Sabtu, 26 April 2025.

"Tinggal pertanyaannya, dibutuhkan pemain utama atau hanya pelapis saja yang turun? Ini berkaitan dengan strategi di lapangan, bila tidak hati-hati, maka menjadi sangat berisiko, sebab ini berkaitan dengan kondisi fisik pemain," tambahnya.

Baca Juga: Jelang Lawan China dan Jepang, Timnas Indonesia Dapat Tambahan Amunisi Naturalisasi

Bila menurunkan pemain utama, Daryadi mengatakan, sebaiknya tidak sampai terjadi "rubber game" saat melawan Inggris nanti. Sehingga para pemain bisa menyimpan tenaganya lebih banyak untuk laga berikutnya.

"Artinya, makin cepat makin bagus gitu. Supaya tenaga mereka (pemain) juga tidak terkuras, agar saat melawan lawan yang seimbang mereka sudah benar-benar dalam kondisi yang sudah siap dari semuanya," tuturnya.

Indonesia sendiri memiliki tim yang kompetitif. Namun, memang tidak ada satu pun tim yang lebih mendominasi satu sama lain di persaingan Grup D ini.

Baca Juga: Megawati Masih Cedera, Petrokimia Tetap Percaya Diri Lawan Popsivo Polwan

Kekuatan Indonesia ada di sektor ganda, khususnya ganda putra dan ganda campuran. 

Di putra, semua skuat memiliki pengalaman bertanding di level atas, seperti Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, Leo Rolly Carnando, Muhammad Shohibul Fikri, dan Daniel Marthin.

Sementara di campuran, performa apik ganda non pelatnas Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja yang sedang menanjak ditambah pasangan baru Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti memberikan harapan.

Baca Juga: Pieter Huistra: PSS Ingin Keluar dari Zona Degradasi, Menang Atas Persib adalah Kesempatan untuk Itu

Sektor ini juga diperkuat beberapa pemain yang sudah berpengalaman, seperti Rinov Rivaldy dan Pitha Haningtyas Mentari

Sementara di ganda putri, kesempatannya ada meski berat. Apalagi tanpa kehadiran Apriyani Rahayu yang selalu menjadi tumpuan. 

Kali ini  Febriana Dwipuji Kusuma, Amalia Cahaya Pratiwi, Siti Fadia Silva Ramadhanti, dan Lanny Tria Mayasari harus menggendong skuat ganda putri ini untuk menjawab tantangan tersebut.

Tags

Terkini