bulutangkis

Piala Sudirman 2025: Walau Kandas, Indonesia Tetap Sukses Penuhi Target

Sabtu, 3 Mei 2025 | 23:36 WIB
Pasangan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri sukses memutus keunggulan Korea dan kembali beri harapan Indonesia pada saat laga semi final Piala Sudirman 2025 di Xiamen, 3 Mei 2025.

SportlinkNews - Langkah tim bulutangkis Indonesia di Piala Sudirman 2025 akhirnya harus terhenti di babak semifinal usai kalah tipis 2-3 dari Korea Selatan. 

Meski gagal ke final, Indonesia tetap memenuhi target awal, yakni membawa pulang raihan medali.

Hasil ini memperpanjang rekor kekalahan Indonesia atas Korea menjadi yang kelima dalam delapan pertemuan kedua negara.

Meski sepertinya bernada negatif, tetapi setidaknya raihan skuat Merah Putih di Sudirman tahun ini lebih baik dari pada dua tahun lalu. 

Di mana pada 2023 di Suzhou, Cina, Indonesia hanya mencapai babak perempat final.

Baca Juga: Lawan Berat di Oktagon, Merab Dvalishvili Ngaku Siap Hadapi Gorila

Pada semifinal ini, seperti yang sudah diprediksi sebelumnya, permainan berlangsung ketat dan sengit hingga partai kelima. 

Sempat tertinggal setelah kalah di partai pertama, Indonesia membuka harapan dari tunggal putra yang bermain di partai kedua.

Walau Alwi Farhan kehilangan gim pertama, tetapi pada akhirnya dia sukses mengalahkan Cho Geonyeop dalam tiga gim. 

Dia bangkit di dua gim terakhir dengan bertumpu pada kekuatan variasi permainan dan semangat juang tinggi.

Baca Juga: UFC 315: Jack Della Maddalena Bisa Jadi Masalah Serius bagi Belal Muhammad

"Pada gim pertama saya terlalu terburu-buru, baru dua gim berikutnya sama merubah permainan dan bermain lebih sabar. Alhamdulillah menang, ini sangat berarti dan menjadi pengalaman besar buat saya," kata Alwi.

Sayangnya, Putri Kusuma Wardani yang turun di partai ketiga ternyata masih belum mampu mengatasi tunggal nomor satu dunia, An Se Young. Indonesia kembali tertinggal 1-2.

Permainan Putri kalah matang, tetapi setidaknya dibandingkan lawan-lawan An Se Young sebelumnya, dia mampu memaksakan lawannya bermain panjang dan memberikan perlawanan, terutama di gim pertama.

Dari lawan-lawan An Se Young sebelumnya di penyisihan grup dan perempat final, Hong Kong dan Taiwan, tidak ada yang bisa meraih angka lebih dari 10 poin.

Baca Juga: Hasil Liga 1: PSS Sleman Kantongi Kemenangan, Tiga Gol Bersarang di Gawang PSM Makassar

"Saya senang bisa memberikan perlawanan dan ini jadi pelajaran penting. An Se Young sangat konsisten dan bisa mengarahkan permainan dengan tenang," imbuh Putri.

Pasangan Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana kemudian kembali memberikan harapan. 

Lewat pertandingan panjang dan ketat, mereka berhasil mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae dengan skor akhir 21-18, 13-21, 25-23.

Diakui Fikri, Kim/Seo ini bukan lawan yang mudah, mereka dinilai sulit dimatikan. 

Baca Juga: Fabio Quartararo Bawa Harapan Baru untuk Yamaha di MotoGP Musim Ini, Siap Saingi Ducati

Namun, dorongan dari tim yang dinilai mendukung dengan cara luar biasa membuat dirinya dan Bagas lebih semangat lagi, apalagi ketika tertinggal.

"Di belakang ada Koh Anton (Antonius Budi) dan senior kami, Fajar (Alfian) mendampingi di kursi pelatih, kami diingatkan terus kelebihan dan kelemahan lawan. Selain itu komunikasi saya dengan Bagas cukup baik di laga ini," ungkapnya.

Bukan hanya dorongan dari bangku pelatih saja, tetapi menurut Bagas, para rekan-rekan setimnya yang terus meneriakan yel-yel dinilai juga membuat dirinya khususnya jadi percaya diri.

"Kalau melihat pertandingan tadi, secara individu ternyata kami sudah progres kemajuan. Ini membuat kami lebih percaya diri bahwa kami bisa mengimbang mereka," tukas Bagas.

Baca Juga: Bojan Hodak Soroti Kartu Merah Ciro dan Kegagalan Persib Cetak Gol saat Lawan Malut United

Kemenangan di partai keempat ini menahan laju keunggulan Korea.  Sayangnya, di partai terakhir yang menentukan, pasangan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pertiwi belum bisa mengatasi permainan Baek Ha Na/Lee So He.

Kendati mereka memberikan perlawanan sengit dan memaksakan bermain tiga gim, namun Fadia/Amallia belum bisa menyelesaikan dengan baik dan berakhir dengan kekalahan 10-21, 21-18, 15-21. Tangis Fadia/Amallia pun pecah selepas pertandingan.

Kendati tersingkir, namun aslinya target dari PBSI sudah bisa dipenuhi oleh Jonatan Christie dan kawan-kawan, yakni membawa pulang medali.

Bukan hanya itu yang menggembirakan, tetapi secara hasil cukup lumayan, karena potensi-potensi muda mulai menunjukkan taringnya untuk bisa bersaing di turnamen level atas.

Tags

Terkini