Kim/Seo yang baru saja menjuarai All England Open 2025, menjadi momok baru di sektor ganda putra dunia.
Baca Juga: Membuka Pikiran: Psikologi Atlet Olimpiade yang Menarik, Ritual Penggemar
Namun Chia/Soh tak gentar. Mereka mampu melakukan comeback setelah kalah di gim pertama dan mengunci kemenangan dengan skor 15-21, 21-18, 21-19.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran penting Herry IP.
Sejak bergabung dengan tim Malaysia pada Februari 2025, Herry dinilai membawa perubahan signifikan dalam gaya bermain Chia/Soh.
Baca Juga: PSG Dominasi XI Skuat Terbaik Liga Champions, Barcelona Cuma 2 Pemain
Pelatih berjuluk Naga Api itu memberikan arahan taktis dan pendekatan teknik yang membantu mematangkan permainan mereka.
“Saya merasa sangat spesial. Sejak beliau datang, banyak yang berubah dalam gaya bermain kami,” ungkap Soh Wooi Yik.
Ia juga menyebut sentuhan pelatihan Herry IP sebagai sesuatu yang “berkelas dunia”.
Baca Juga: Tidak Ada Apa-apa Selain Jaring? Science Basket Punya Lebih Banyak Jawaban
Meski sudah meraih tiga gelar tahun ini, Chia/Soh menyadari masih banyak yang perlu diperbaiki.
Mereka berharap bisa terus berkembang dan siap menghadapi tantangan selanjutnya.
Kemenangan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang ganda putra Malaysia di Singapore Open.
Baca Juga: Sepatu Nike Terbaik yang Dirilis pada Bulan Juni
Terakhir kali sektor ini berjaya di Singapura adalah pada 2008 lewat pasangan Mohd Zakry Abdul Latif/Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari.