"Puji Tuhan bisa keluar dari tekanan. Tapi memang, kondisi pertandingan hari ini sangat berbeda dari saat kami coba lapangan sebelumnya," ujar Jonatan kepada media.
Baca Juga: Persebaya Umumkan Tim Pelatih Baru untuk Liga 1 dan ASEAN Club Championship Musim Depan
"Arah angin terasa berbalik 180 derajat, seperti tukar posisi. Lalu, shuttlecock yang dipakai juga jauh lebih cepat dari yang kami coba sebelumnya."
Jonatan juga menyoroti pergantian jenis shuttlecock yang dipakai saat pertandingan.
Meski sebelumnya mendapat informasi bahwa shuttlecock dari BWF akan digunakan, nyatanya jenis yang dipakai berbeda dan kecepatannya lebih tinggi.
Baca Juga: Miswar Saputra Masih Dipercaya Jadi Penjaga Gawang Madura United FC untuk Musim Depan
Hal ini membuat strategi yang telah dipersiapkan sedikit terganggu.
Tak hanya itu, Jonatan juga memberi pujian kepada Jason Teh yang tampil cukup baik.
Menurutnya, servis sang lawan cukup menyulitkan karena membuat shuttlecock berputar tak terduga, terutama di kondisi lapangan yang cepat.
Baca Juga: Lawan Timnas Indonesia Jadi Misi Hidup Mati China di Kualifikasi Piala Dunia 2026
"Jason bermain bagus, servisnya membuat shuttlecock melintir dan itu menyulitkan."
"Jadi saya coba lebih tenang dan tidak terburu-buru untuk menyesuaikan diri," jelas Jonatan.
Terkait target di Indonesia Open 2025, Jonatan yang kini berstatus sebagai pemain independen menegaskan ingin fokus menjalani laga demi laga.
Baca Juga: Usai Rayakan Kemenangan Persib, Ahmad Agung Kembali ke Persik
Ia enggan terbebani hasil dan memilih menyerahkan semuanya pada proses serta usahanya di tiap pertandingan.