bulutangkis

Duo Istora Boy Bertemu di Final Tunggal Putra, Chou vs Antonsen Mengulangi Final 2019

Sabtu, 7 Juni 2025 | 22:36 WIB
The Istora Boy, Andres Antonsen dari Denmark kembali menyentuh final Indonesia Open 2025. Dia akan bertemu lagi dengan Chou Tien Chen, mengulang final 2019.

SportlinkNews - Duo Istora boy, Chou Tien Chen dan Andres Antonsen kembali akan bertemu di final tunggal putra Indonesia Open 2025. Pertemuan keduanya mengulang kisah 2019 lalu.

Saat itu, Chou yang sukses naik ke podium tertinggi. Antonsen pun menanggapinya, bahwa kali ini dirinya akan mencoba yang terbaik untuk membalaskan "dendam"-nya tersebut.

"Mudah-mudahan, mudah-mudahan. Saya akan mencoba yang terbaik," ucap Antonsen singkat usai pertandingan. 

Pada babak semifinal di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 7 Juni 2025, Chou melangkah lebih dulu ke partai puncak setelah menaklukan unggulan kedua, asal Thailand Kunlavut Vitidsarn dengan skor ketat dua gim 21-16, 23-21. 

Baca Juga: Italia Dipermalukan Norwegia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa

Sementara Antonsen, memulangkah unggulan pertama Shi Yu Qi dari China dengan kemenangan 21-9, 18-21, 19-21. 

"Pertandingan gila, ritmenya naik turun. Dimulai dengan dominasi lawan, tapi entah bagaimana, saya pada akhirnya berhasil menemukan jalan kembali dan meraih kemenangan," ungkap Antonsen. 

Pada gim terakhir, setelah unggul jauh 20-14, Antonsen belum mampu menutup permainan.

Malah sebaliknya, dia banyak melakukan kesalahan sendiri yang kemudian, memberikan Shi Yu Qi keuntungan hingga mengejar sampai kedudukan 19-20. 

Baca Juga: Vini Jr Buka Suara Soal Debut Ancelotti di Timnas Brasil yang Mengecewakan Fans

Beruntung, serve yang dilakukan Shi Yu Qi dinilai fault oleh umpire. Poin pun bertambah untuk Antonsen dan permainan pun berakhir. 

"Di situasi itu saya mulai menjadi tegang dan gemetar di akhir-akhir pertandingan. Ia (Shi Yu Qi) pun merasakannya, jadi dia melihat ada peluang di sana dan diambilnya. Adalah sebuah keberuntungan saya bisa mendapatkan poin terakhir," katanya. 

Pemain peringkat tiga dunia itu pun mengaku dirinya sangat bangga dan bahagia karena bisa kembali mencapai final di Indonesia. 

"Ini membuktikan bahwa mereka (pecinta bulutangkis Indonesia) menyebut saya seorang "Istora Boy" karena suatu alasan," tambah Andres. 

Baca Juga: Plantar Fasciitis: Mampukah Penderita Tetap Jadi Atlet?

Antonsen pun menegaskan bahwa sebenarnya hanya ada satu Istora Boy, dan dirinya adalah orang pertama yang disebut Istora Boy. 

"Jadi tidak mungkin Chou Tien Chen. Tapi sekarang dia juga menjadi favorit penggemar, ia menyenangkan untuk ditonton, karena sangat energik dan memiliki gaya yang hebat," ucapnya. 

Antonsen mengaku dirinya harus angkat topi untuk lawannya yang secara usia sudah termasuk matang. Tapi, Chou dinilai memiliki tubuh yang lebih baik dibandingkan siapapun di tur ini. 

"Berapa umurnya 34 atau 35? Dan dia memiliki tubuh yang lebih baik dari siapapun, jadi ya luar biasa. Kami saling berhadapan di 2019 dan akan luar biasa rasanya untuk memainkan kembali," tegasnya. 

Tags

Terkini