SportlinkNews - Jelang bergulirnya Japan Open 2025, kontingen bulu tangkis Indonesia menghadapi tantangan berat.
Hanya empat wakil Merah Putih yang datang ke turnamen BWF World Tour Super 750 tersebut dengan menyandang status unggulan, sedangkan sebagian besar lainnya masuk kategori underdog yang berpotensi memberi kejutan.
Minimnya wakil unggulan Indonesia di turnamen berhadiah total 950.000 dolar AS (sekitar Rp15,4 miliar) ini menjadi sorotan, terutama karena perpecahan pasangan utama Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Fajar kini dipasangkan dengan Muhammad Shohibul Fikri dan akan melakoni debut sebagai ganda putra baru, menghadapi sesama wakil Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani di babak pertama.
Sabar/Reza sendiri menjadi salah satu dari hanya dua ganda putra Indonesia yang berstatus unggulan, selain pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana.
Di sektor lain, Indonesia hanya memiliki dua wakil unggulan, yaitu Jonatan Christie (unggulan 4) di tunggal putra dan Gregoria Mariska Tunjung (unggulan 8) di tunggal putri.
Baca Juga: Mengenal MetLife Stadium, Arena Duel Chelsea FC vs PSG di Final Piala Dunia Antarklub FIFA 2025
Minimnya unggulan membuka peluang bagi para pemain non-unggulan untuk mencuri perhatian.
Salah satu nama yang mendapat sorotan adalah Alwi Farhan, tunggal putra muda yang kini mulai diperhitungkan.
Pelatih tunggal putra PBSI, Indra Wijaya, menyatakan harapannya agar Alwi dapat tampil maksimal dalam turnamen ini.
Baca Juga: Final Piala Dunia Antarklub FIFA 2025: Duel Tiga Pemain Kunci Chelsea FC dan PSG di MetLife Stadium
"Sebagai pemain yang sedang berproses, saya mau lihat dia mengeluarkan semua kemampuannya. Semua yang sudah dilatih," ujar Indra.
Alwi akan menghadapi Lee Chia Hao asal Taiwan di babak pertama, pemain yang merupakan runner-up All England 2025.