SportlinkNews - Kejuaraan Dunia 2025 akan menjadi panggung yang spesial bagi dua tunggal putra Indonesia dengan misi berbeda.
Bagi Alwi Farhan, turnamen ini adalah debut perdananya di ajang bulu tangkis tier satu, sementara bagi Anthony Sinisuka Ginting, ini adalah kesempatan krusial untuk mengamankan peringkat dunia sekaligus tiket tampil di turnamen elite musim depan.
Hasil undian menempatkan Ginting langsung menghadapi tantangan berat di babak 64 besar. Ia bersua tunggal putra tuan rumah, Toma Junior Popov.
Baca Juga: Kevin Diks Masuk Dewan Tim Borussia Monchengladbach, Potensi Jadi Kapten di Masa Depan
Laga ini akan jadi ulangan Olimpiade Paris lalu. Di mana keduanya bertemu di fase grup, laga penentu siapa yang berhak melaju ke babak 16 besar, sayangnya, Ginting tersingkir waktu itu.
Sementara itu, Alwi di awal akan menghadapi lawan yang lebih mudah, di mana dirinya akan melawan wakil Vietnam, Nguyen Hai Dang. Tapi, bila bisa lolos dari babak 64 Besar, di babak selanjutnya akan ada lawan yang lebih berat menantinya.
Pelatih tunggal putra, Indra Widjaja, memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi prima, baik fisik maupun mental. Ia menegaskan bahwa di level Kejuaraan Dunia, tidak ada lawan yang mudah, sehingga kesiapan sejak laga pertama menjadi kunci.
Baca Juga: Piala Kemerdekaan 2025: Nova Arianto Ingatkan Fokus, Timnas U-17 Siap Bidik Kemenangan Pertama
"Kita tahu Anthony langsung bertemu Popov, Alwi ketemu Vietnam dulu, tapi kalau lolos dia akan menghadapi antara Rasmus Gemke atau Lin Chun-Yi. Jadi, sama saja semua sulit, sehingga memang harus dipersiapkan, baik dari segi fisik maupun permainan," ujar Indra di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Kamis, 14 Agustus 2025.
Bagi Alwi, kesempatan ini tampil di Kejuaraan Dunia adalah keberuntungannya. Sebab tiket itu datang setelah Viktor Axelsen mundur di menit-menit akhir, membuka jalan bagi pebulu tangkis muda ini tampil di panggung terbesar.
Dari situ, Indra menyebut tren permainan Alwi cukup menjanjikan. "Meskipun kalah di beberapa turnamen, tapi banyak yang berakhir rubber game. Dia (Alwi -Red) juga semakin bisa mengontrol emosi dan ambisinya," kata Indra.
Baca Juga: Sandy Walsh Tinggalkan Yokohama F Marinos, Tambah Daftar Pemain Indonesia yang Gagal di Liga Jepang
Sementara Ginting datang dengan semangat baru setelah pulih dari cedera panjang dan tak lagi bergantung pada obat penghilang rasa sakit. Menurut Indra, motivasi Ginting untuk kembali bersaing di level tertinggi sangat besar.
"Dia masih punya semangat yang luar biasa. Kejuaraan Dunia ini momen penting untuk mengamankan peringkat dunia karena masa pembekuan ranking BWF-nya berakhir Oktober nanti dan empat turnamen ke depan akan menentukan apakah dia bisa tetap tampil di level Super 500 ke atas atau tidak," tegasnya.