SportlinkNews - Tampil debutan di Kejuaraan Dunia 2025, pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu tampil mumpuni dengan memetik kemenangan. Walaupun diakui mereka, secara permainan belum memuaskan.
Tanding langsung di babak 32 besar setelah mendapatkan bye di babak pertama (64 besar), unggulan ke-11 itu petik kemenangan atas wakil Serbia, Mihaljo Tomic/Andjela Vitman.
Meski menang, tetapi mereka harus kerja keras lewat pertarungan ketat dua gim langsung 21-19, 22-20 pada Rabu, 27 Agustus kemarin.
Baca Juga: Update Timnas Indonesia: Erick Thohir Bicara Soal Thom Haye hingga Kondisi Ivar Jenner
Sejak awal pertandingan, Jafar/Felisha harus beradaptasi dengan pola permainan lawan yang agresif, terutama dengan bola-bola silang dari sektor putra yang kerap menyulitkan pertahanan mereka.
Meski sempat kesulitan dan banyak melakukan kesalahan sendiri, wakil Indonesia tetap mampu menjaga fokus di poin-poin krusial.
"Alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera dan bisa menang. Hari ini permainan masih belum nyaman, masih jelek banget dan banyak mati sendiri," kata Jafar usai pertandingan yang berlangsung di adidas Arena, Paris, Prancis.
Baca Juga: Erick Thohir: Alasan di Balik Pemilihan China Taipei sebagai Lawan Garuda di FIFA Matchday 2025
Menurutnya, pemain putra lawan sering membuatnya kagok, karena pengembalian bola silangnya yang terlalu sering.
"Jadi di poin kritis tadi kita usahakan lebih banyak nyerang. Kalau ada bola panjang, Felisha lepas saja biar saya yang atur dari belakang," imbuh Jafar menjelaskan.
Sementara itu, Felisha juga mengakui performa mereka masih jauh dari harapan. Menurutnya, kondisi lapangan yang belum terbiasa serta keberanian lawan, terutama sektor putri Serbia yang berani maju ke depan, membuat laga berlangsung ketat.
Baca Juga: Cadillac Bersiap Menguji Mobil F1 Menjelang Debut 2026, Seluruh Anggota Tim Wajib Ikuti Simulasi Balapan
"Tapi, puji Tuhan masih dikasih menang hari ini, walau secara performance masih jauh dari harapan. Apalagi lawannya juga bikin kagok, pemain ceweknya berani maju ke depan untuk mencegat bola," tutur Felisha.
Ia berharap di babak 16 besar, penampilan mereka akan membaik, tidak seperti ini lagi. Felisha menegaskan dirinya dan Jafar akan melakukan evaluasi serta fokus penuh.
"Untuk persiapan nanti, saya mau reset fokus dulu, lihat lagi permainan lawan dan lakukan yang terbaik. Intinya, kita nggak mau kalah besok," tegasnya.
Baca Juga: Keputusan Sancho Menolak Roma Dipengaruhi Asmara dengan Saweetie
Di 16 besar, Jafar/Felisha akan menemui tantangan lebih berat lagi, yakni bertemu unggulan empat asal Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei.
Dua kali sudah kedua pasangan ini bertemu di 2025, di Indonesia Masters dan Japan Open, namun sejauh ini Chen/Toh sementara masih unggul 2-0 secara rekor head to head.
Dengan lolosnya Jafar/Felisha ke 16 besar, maka mereka menjadi satu-satunya wakil Indonesia di sektor ini yang masih bertahan dan menjaga asa gelar juara untuk Indonesia di nomor ganda campuran ini.
Yuk gabung channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Super League, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, Sport Science, Culture, Fashion hingga seputar KONI. Klik di sini (JOIN)