Selain tur Eropa, ganda putra Indonesia juga dijadwalkan tampil pada Kumamoto Masters (11–16 November) serta Australia Open (18–23 November).
Baca Juga: Thom Haye Bangga Perkuat Timnas Indonesia, Janji Berikan Kontribusi Maksimal
Hasil dari rangkaian turnamen ini akan menjadi tolok ukur untuk menentukan siapa tandem tetap Rian di masa mendatang.
Perubahan komposisi ini diharapkan memberi dampak positif bagi sektor ganda putra Indonesia.
Hingga saat ini, baru pasangan Fajar/Fikri yang berhasil mempersembahkan gelar juara sepanjang tahun 2025.
Baca Juga: Achmad Jufriyanto Kembali Merumput, Persib Bandung Tambah Kekuatan di Lini Belakang
PBSI menaruh harapan besar agar kombinasi baru bisa menghadirkan prestasi tambahan.
Saat ini, Fajar/Fikri masih bertengger di peringkat ke-72 dunia BWF dengan raihan 19.550 poin dari dua penampilan turnamen internasional.
Meski peringkat mereka masih cukup jauh, pencapaian gelar juara menjadi modal penting untuk terus meningkatkan posisi di ranking dunia.
Baca Juga: Gerald Vanenburg Kecewa Usai Timnas U-23 Indonesia Ditahan Laos di Kualifikasi Piala Asia
PBSI optimistis dengan langkah ini.
Memberi kesempatan pada Rian untuk beradaptasi dengan dua partner sekaligus dianggap strategi tepat untuk menemukan kombinasi terbaik.
Jika adaptasi berjalan mulus, duet baru diharapkan bisa segera bersaing di papan atas ganda putra dunia.
Baca Juga: Pemain Prancis Ini Jadi Pelengkap Legiun Asing Persib di Super League 2025/26
Dengan padatnya jadwal turnamen hingga akhir tahun, sektor ganda putra Indonesia diprediksi akan menjadi sorotan utama publik bulu tangkis Tanah Air.