SportlinkNews - Perjuangan wakil Indonesia di sektor tunggal putri harus terhenti lebih cepat di French Open 2025.
Dua srikandi Merah Putih, Gregoria Mariska Tunjung dan Putri Kusuma Wardani langsung pulang setelah kandas di babak pertama turnamen yang berlangsung di Glaz Arena, Cesson-Sevigne, Prancis, Rabu, 22 Oktober 2025.
Gregoria, yang turun sebagai unggulan kedelapan, membuka laga dengan cukup baik saat menghadapi Gao Fang Jie dari Tiongkok. Ia mampu menguasai gim pertama dengan kemenangan 21–18.
Baca Juga: MotoGP Malaysia: Jadi Arena Sengit Persaingan Alex Marquez vs Marco Bezzecchi
Namun, dominasi tersebut tak bertahan lama. Gregoria kehilangan sentuhannya di dua gim berikutnya dan harus mengakui keunggulan lawan 6–21, 13–21.
Sejak pulih dari gangguan migrain kronis pada Juli lalu, performa Gregoria memang belum kembali ke bentuk terbaiknya. Konsistensinya masih naik turun, terutama dalam menghadapi laga panjang.
Setelah kembali tampil di empat turnamen terakhir sejak Japan Open hingga French Open ini, hasil terbaik Gregoria adalah mencapai perempat final China Open Super 1000.
Baca Juga: Ketum KONI Pusat Marciano Norman Puji Penyelenggaraan PON Bela Diri, Bersiap Jadi Event Dua Tahunan
Meski demikian, Gregoria tetap berupaya menjaga kondisi agar tidak memaksakan diri secara berlebihan.
Fokus utamanya kini adalah menjaga kesehatan agar dapat kembali tampil stabil di sisa musim 2025. Per 21 Oktober 2025, Gregoria masih menempati peringkat ke-11 dunia, turun tiga tingkat dari posisi sebelumnya.
Nasib serupa dialami Putri Kusuma Wardani. Unggulan ketujuh asal Indonesia itu harus mengakui keunggulan wakil Jepang Tomoka Miyazaki dengan skor 18–21, 15–21.
Baca Juga: Hasil Super League: Dewa United Telan Kekalahan di Kandang PSIM, Nermin Haljeta Cetak Brace
Putri sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit di gim pertama. Ia mampu menyamakan kedudukan 15–15 lewat permainan netting yang rapi, namun kehilangan momentum di poin-poin akhir.
Di gim kedua, ia mencoba tampil lebih agresif, tetapi kesalahan sendiri kembali menjadi faktor penentu kekalahan.
Kekalahan Gregoria dan Putri sekaligus menandai habisnya wakil Indonesia di sektor tunggal putri pada ajang French Open tahun ini.
Sektor lain pun diharapkan mampu melanjutkan perjuangan untuk menjaga asa Merah Putih di turnamen berlevel Super 750 tersebut.