Sepanjang tahun ini, mereka sudah tiga kali berjumpa dengan Sabar/Reza, yakni di Indonesia Open, Hylo Open, dan SEA Games, dan selalu menelan kekalahan.
Baca Juga: Ruben Amorim Tertipu, Keunggulan Manchester United Berakhir Imbang Ditahan Bournemouth
Bahkan, Man/Tee tercatat selalu kalah dalam empat pertemuan terakhir melawan pasangan Indonesia tersebut.
Meski menghadapi situasi yang tidak mudah, Man Wei Chong menegaskan bahwa dirinya dan Kai Wun Tee tidak ingin terbebani dengan lawan-lawan yang akan dihadapi.
“Istirahat singkat yang diberikan setelah jadwal padat musim ini dimanfaatkan sepenuhnya untuk memulihkan kebugaran sebelum kembali meningkatkan intensitas latihan,” kata Man Wei Chong.
Baca Juga: Yenny Wahid Semringah, Panjat Tebing Borong Medali di SEA Games Thailand 2025
Ia menambahkan, “Kami sangat gembira karena ini adalah pertama kalinya kami lolos ke World Tour Finals, tetapi pada saat yang sama ini adalah musim yang sangat menantang,” ujarnya, seperti dikutip dari HarianMetro.
Sementara itu, pasangan Aaron Chia/Soh Wooi Yik juga berada di situasi yang tidak kalah sulit.
Mereka tergabung di Grup B bersama ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, pasangan China Liang Wei Keng/Wang Chang, serta ganda putra India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty.
Baca Juga: Update Klasemen SEA Games 2025: Indonesia Peringkat Dua, Fokus Emas Sampai Hari Terakhir
Performa Chia/Soh sempat menjadi sorotan setelah gagal memenuhi ekspektasi dengan meraih medali emas pada SEA Games 2025.
Mantan pebulu tangkis ganda putra Malaysia, Mohd Zikry Abdul Latif, menilai bahwa grup yang ditempati Chia/Soh memang bisa dikategorikan sebagai grup maut.
“Jika Anda perhatikan, grup ini memang bisa dianggap sebagai grup maut,” kata Zikry, dilansir dari HarianMetro.
Baca Juga: Putra Mahkota Arab Saudi Berencana Ambil Alih Barcelona, Tawarannya Menggiurkan