bulutangkis

BWF World Tour Finals 2025: Kekalahan Beruntun Wakil Indonesia, Harapan Tertuju pada Sabar/Reza

Jumat, 19 Desember 2025 | 00:05 WIB
Trofi BWF World Tour Finals. (BWF)

SportinkNews - Pertandingan kedua fase grup BWF World Tour Finals 2025 menjadi ujian berat bagi wakil Indonesia.

Seluruh pemain Merah Putih harus menelan kekalahan pada pertandingan yang digelar di Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium, Kamis, 18 Desember 2025. 

Di tengah hasil kurang menggembirakan tersebut, satu-satunya peluang Indonesia untuk melangkah ke babak semifinal masih terbuka melalui pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.

Baca Juga: SEA Games 2025: Perak Bersejarah Futsal Putri, Tim Putra Indonesia Siap Uji Dominasi Thailand

Walaupun di laga hari ini, Sabar/Reza harus mengakui keunggulan unggulan pertama asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, dalam duel ketat dua gim langsung.

Mereka kalah tipis 20-22, 17-21 setelah berjuang hingga poin-poin kritis di kedua gim.

Meski kalah, hasil tersebut masih menempatkan Sabar/Reza di posisi kedua klasemen sementara Grup A.

Baca Juga: Indonesia Kokoh di Peringkat Dua SEA Games 2025, Prestasi Terbaik Sejak Chiang Mai 1995

Sebelumnya, mereka sukses mengamankan kemenangan penting atas ganda Malaysia Man Wei Chong/Kai Wun Tee dengan skor 23-21, 21-19. 

Tiket semifinal kini akan ditentukan pada laga terakhir menghadapi pasangan Taiwan, Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi-Lin. Pemenang laga tersebut dipastikan melaju ke empat besar.

"Kami bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik meskipun hasilnya belum sesuai harapan. Dari gim pertama sampai kedua kami sudah mencoba, tapi memang masih berada di bawah tekanan lawan," ujar Reza usai pertandingan.

Baca Juga: ADP Collection Resmi Dirilis, Juventus Abadikan Warisan Alessandro Del Piero

Sabar menambahkan bahwa kesalahan di momen krusial menjadi pembeda. "Di poin-poin akhir gim pertama, ada beberapa kesalahan yang merugikan. Lawan lebih tenang dan kami cukup sering terjebak dengan bola blok mereka," jelasnya.

Menghadapi laga penentuan, Sabar/Reza menegaskan akan tampil habis-habisan. "Masih ada pekerjaan rumah yang harus kami evaluasi. Semoga di laga terakhir performa kami bisa jauh lebih baik," kata Sabar.

Sementara itu, hasil kurang maksimal juga dialami wakil Indonesia lainnya. Dari sektor ganda campuran, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu kembali gagal meraih kemenangan. 

Baca Juga: Kendala Teknis Gagalkan Emas Indonesia di Team Pursuit SEA Games 2025

Bertanding di Grup B, mereka harus menyerah dari unggulan ketiga asal Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, melalui pertarungan tiga gim 21-17, 14-21, 15-21.

Jafar/Felisha sejatinya sempat menunjukkan kebangkitan di gim pertama, namun perubahan tempo permainan lawan setelah interval gim kedua membuat mereka kesulitan mengembangkan strategi. 

Tekanan di area depan net dan kondisi lapangan yang menyulitkan permainan reli panjang menjadi faktor utama kekalahan.

Baca Juga: Persib Bandung Didenda AFC Lebih dari Rp1 Miliar, Bojan Hodak Minta Bobotoh Tertib

Dengan dua kekalahan beruntun, peluang mereka untuk lolos ke semifinal kini menipis, meski tetap bertekad menutup fase grup dengan hasil positif pada laga terakhir.

Dari sektor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani juga harus mengakui keunggulan Akane Yamaguchi (Jepang) dalam duel tiga gim yang menguras tenaga. Putri kalah dengan skor 24-22, 19-21, 13-21. 

Meski gagal meraih kemenangan, Putri dinilai menunjukkan perkembangan signifikan, terutama pada gim pertama dan kedua saat mampu mengimbangi reli cepat Akane.

Baca Juga: Inggris Mendominasi Balap Sepeda Trek Akhir Tahun di Swiss, Sabet 11 Medali Emas

Namun, perubahan pola servis dan percepatan tempo di gim penentuan membuat Putri kehilangan momentum. Jarak poin yang melebar selepas interval membuatnya kesulitan keluar dari tekanan hingga laga berakhir. 

Peluang Putri untuk melaju ke semifinal juga terbilang tipis, meski ia tetap bertekad tampil maksimal pada laga terakhir melawan Tomoka Miyazaki.

Hasil serupa juga dialami sektor ganda putra dan tunggal putra.

Baca Juga: Akademi Osasuna Tajonar Terus Berbagi Metodologi Pengembangan Pemain ke Indonesia

Fajar Alfian Muhammad Shohibul Fikri harus menyerah dari pasangan India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dalam tiga gim, sementara Jonatan Christie kalah dua gim langsung dari Anders Antonsen asal Denmark. 

Meski peluang lolos sudah menipis, para pemain menegaskan komitmen untuk tetap berjuang hingga pertandingan terakhir.

Tags

Terkini