Pada gim pertama, Miyazaki memberikan perlawanan sengit dan terus berupaya menekan melalui pola serangan yang terarah.
“Tadi di lapangan, terutama pada gim pertama, daya juang Tomoka juga sangat terasa."
"Dia tidak mau kalah dan pastinya ingin mempertahankan kemenangannya,” ujar Putri.
“Sepanjang gim pertama, dia terus mencoba menyerang kelemahan saya di area setengah ke belakang lapangan."
Baca Juga: BWF World Tour Finals 2025: Sukses Revans, Putri KW Gagal ke Semifinal
"Namun, saya bisa membaca situasi tersebut,” tambahnya.
Putri mengaku memilih strategi bermain aman dengan memperkuat pertahanan karena kondisi bola yang kurang ideal untuk langsung menyerang balik.
Pendekatan tersebut terbukti efektif dan membuat Miyazaki kesulitan mengembangkan permainan.
“Karena bolanya juga tidak terlalu enak untuk saya langsung menyerang balik, akhirnya saya memilih bermain lebih aman dan bertahan."
"Dari situ, pada akhirnya dia tidak tahan dengan pola permainan yang saya terapkan,” tuturnya.
Meski harus tersingkir di fase grup, Putri menilai keikutsertaannya di BWF World Tour Finals memberikan pengalaman yang sangat berharga.
Baca Juga: Fasitis Plantar pada Pelari Maraton
Ia menyoroti pencapaiannya yang mampu memaksa pemain nomor satu dunia, An Se-young, serta mantan ratu bulu tangkis dunia Akane Yamaguchi, bermain hingga tiga gim.