bulutangkis

BWF Kembali Uji Coba Aturan Time Clock 25 Detik di Indonesia Masters 2026

Rabu, 7 Januari 2026 | 22:55 WIB
logo BWF (BWF)

Melalui Time Clock, pemain, terutama pihak yang akan melakukan servis, diberi waktu maksimal 25 detik untuk memulai reli berikutnya setelah poin selesai. 

Penghitungan waktu dimulai sejak wasit memasukkan skor reli sebelumnya. Dengan adanya indikator waktu yang jelas, BWF berharap penilaian terhadap potensi penundaan tidak lagi bersifat subjektif.

BWF juga memperjelas aktivitas yang boleh dilakukan pemain selama rentang waktu tersebut.

Baca Juga: Jadwal Pertandingan Pekan ke-17 Super League: Duel Klasik Persib vs Persija di Pengujung Putaran Pertama

Dalam 25 detik, pemain diperkenankan mengelap badan dengan handuk, minum, mengikat tali sepatu, hingga menggunakan semprotan dingin secara mandiri tanpa perlu izin wasit. 

Meski demikian, penerima servis tetap diwajibkan mengikuti tempo permainan dan tidak diperbolehkan memperlambat jalannya laga.

Dalam pertandingan yang menerapkan Time Clock, permintaan pergantian shuttlecock harus diajukan segera setelah reli berakhir dan diselesaikan sebelum batas waktu 25 detik habis. 

Baca Juga: Athletic Club Vs Barcelona: Lamine Yamal Diragukan Tampil di Piala Super Spanyol

Jika kondisi lapangan membutuhkan pengepelan dalam durasi lebih lama, wasit berhak menghentikan Time Clock. Sebaliknya, untuk pengepelan singkat, penghitungan waktu tetap berjalan.

BWF menegaskan bahwa pada penerapan penuh nantinya, wasit memiliki kewenangan untuk menjatuhkan sanksi atas penundaan yang tidak wajar.

Mulai dari peringatan lisan, kartu kuning, hingga kartu merah sesuai dengan tingkat dan pengulangan pelanggaran. 

Baca Juga: Struick Minta Maaf, Spaso Tegaskan Masalah Sudah Selesai

Namun, selama masa uji coba ini, sanksi yang diberlakukan masih terbatas pada peringatan verbal.

Hasil uji coba Time Clock 25 detik akan menjadi bahan evaluasi sebelum diputuskan secara permanen dalam forum resmi BWF, baik melalui AGM maupun Council Meeting.

Apabila dinilai efektif, aturan permainan berkelanjutan ini akan diterapkan secara menyeluruh sepanjang musim 2026. 

Baca Juga: Pembalap Sergio Perez Ungkap Besarnya Biaya Perawatan Kesehatan Mental Pembalap F1 di Red Bull

Sementara itu, pada turnamen yang belum menggunakan Time Clock, penilaian penundaan tetap mengacu pada aturan lama, dengan penekanan bahwa penerima servis harus menyesuaikan tempo server.

Tags

Terkini