Sportlinknews - Harapan Indonesia untuk merebut gelar juara Polytron Indonesia Open 2026 terus terjaga. Indonesia berhasil meloloskan tujuh wakilnya di babak perempat final, terbanyak dari ganda putri.
Indonesia juga telah mengunci satu tiket semifinal dari sektor ganda putri.
Hal itu dipastikan setelah dua pasangan muda Merah Putih, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, sama-sama lolos ke perempat final dan akan saling berhadapan dalam derby Indonesia.
Baca Juga: Diks: Jay Sulit Digantikan, Tapi Ridho Siap Memimpin
Bermain di Istora Senayan, Jakarta, Kamis, 4 Juni, Rachel/Febi lebih dulu mengamankan tiket perempat final usai mengalahkan pasangan Amerika Serikat, Francesca Corbett/Jennie Gai, dengan skor 21-18, 17-21, 21-13 di babak kedua.
Tidak lama berselang, Ana/Trias menyusul setelah bangkit dari ketertinggalan untuk menumbangkan wakil Taiwan, Hsieh Pei Shan/Hung En-Tzu, 13-21, 21-17, 21-15.
Keberhasilan itu menjadi sinyal positif bagi sektor ganda putri Indonesia yang tengah menjalani fase pembentukan pasangan-pasangan baru. Kini sektor ini, tidak lagi bergantung pada satu pasangan utama.
Baca Juga: Bongkar Dapur Argentina, Di Maria: Hanya Messi yang Pasti Starter
Ganda putri kini memiliki lebih banyak opsi yang mulai mampu bersaing di level elite dunia.
Peluang Indonesia menambah wakil di semifinal juga masih terbuka melalui pasangan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi.
Fadia/Tiwi melaju ke delapan besar setelah mengalahkan pasangan Hong Kong, Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam, dua gim langsung 21-19, 21-18.
Baca Juga: FIFA Matchday 2026: Herdman Pastikan Verdonk Siap, Marselino Menunggu Evaluasi Akhir
Dari sektor tunggal putra, Jonatan Christie menjadi salah satu wakil yang berhasil melangkah ke perempat final. Namun, langkahnya tidak didapat dengan mudah karena harus melewati perlawanan sengit juniornya sendiri, Alwi Farhan.
Sempat kehilangan gim pertama, Jonatan bangkit untuk menang 17-21, 21-17, 21-16 dalam pertarungan berdurasi 75 menit.
"Puji Tuhan bisa keluar dari tekanan. Bermain lawan teman sendiri, sesama pemain Indonesia, pastinya tidak mudah. Apalagi Alwi sedang mendapatkan kepercayaan dirinya setelah hasil bagus di Singapura," kata Jonatan.
Baca Juga: Indonesia International Open 2026 Makin Bergengsi, Juara Dunia Biliar Merapat ke Jakarta
Pemain yang akrab disapa Jojo itu juga menilai Alwi sedang berada dalam proses perkembangan yang sangat baik dan berpotensi menjadi salah satu andalan Indonesia di masa depan.
Sementara itu, Alwi mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga dari duel melawan pemain yang lebih senior dan berpengalaman.
"Pastinya banyak yang saya pelajari dari pertandingan ini. Karena tadi jujur saya sangat ingin menyerang, tapi pertahanannya ko Jonatan sangat rapat dan menguras tenaga saya. Saya belajar bagaimana tetap tenang saat tertinggal maupun unggul," ujar Alwi.
Baca Juga: FIFA Matchday 2026: Garuda Kejar Kemenangan Pertama atas Oman dalam 38 Tahun
Kejutan terbesar Indonesia pada hari ketiga turnamen datang dari sektor ganda putra.
Pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin sukses menumbangkan unggulan kedua asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dengan skor meyakinkan 21-14, 21-14.
Hasil tersebut di luar dugaan pasangan muda Indonesia itu mengingat lawan yang mereka hadapi merupakan salah satu pasangan terbaik dunia.
Baca Juga: FIFA Matchday 2026: Herdman Ungkap Alasan Pertahankan Muhammad Ferrari
"Kami tidak menyangka bisa menang dua gim langsung. Mereka pemain yang sangat berpengalaman di level atas. Strateginya sederhana, fokus satu poin demi satu poin," ucap Raymond.
Joaquin menambahkan atmosfer Istora menjadi faktor penting yang membantu mereka tampil lebih percaya diri.
"Yang paling terasa itu dukungan penonton. Dari kemarin sudah ramai, tapi hari ini lebih luar biasa lagi. Itu membuat saya dan Raymond semakin berambisi di lapangan," tambahnya.
Baca Juga: Lewis Hamilton Bikin Ulah Lagi di GP Monaco, Bawa Ducati Langka ke Paddock Ferrari
Raymond/Joaquin mengikuti jejak Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani yang lebih dulu memastikan tempat di perempat final setelah mengalahkan pasangan China, Huang Di/Liu Yang, 21-15, 15-21, 21-17.
Meski menang, Sabar mengakui pertandingan berlangsung tidak mudah karena lawan tampil lebih agresif dibanding pertemuan-pertemuan sebelumnya.
"Mereka bermain sangat menyerang hari ini. Di game kedua kami sempat ragu-ragu, tetapi pada game ketiga kami kembali menjalankan pola permainan yang sudah disiapkan dan akhirnya bisa menang," imbuhnya.
Baca Juga: Kenang Kekalahan dari Liverpool, Jordi Alba Mengaku Mentalnya Hancur
Satu tiket perempat final lainnya datang dari sektor tunggal putri melalui Putri Kusuma Wardani. Putri berhasil membalas kekalahannya dari Michelle Li asal Kanada dengan kemenangan tiga gim, 12-21, 21-18, 21-16.