Sportlinknews - Absennya Jay Idzes karena cedera menjadi kehilangan besar bagi Timnas Indonesia menjelang laga FIFA Matchday melawan Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat, 5 Juni 2026.
Namun di tengah situasi tersebut, Kevin Diks menilai skuad Garuda tetap memiliki sosok yang tepat untuk mengambil alih kepemimpinan di lapangan.
Tanggung jawab itu akan berada di pundak Rizky Ridho yang dipercaya mengenakan ban kapten saat Indonesia menghadapi Oman.
Baca Juga: Manchester United Resmi Melepas Rasmus Hojlund ke Napoli Secara Permanen
Keputusan tersebut mendapat dukungan penuh dari Diks yang melihat bek Persija Jakarta itu sebagai figur yang dihormati seluruh anggota tim.
Menurut Diks, dalam jumpa pers jelang pertandingan di SUGBK, Senayan, Kamis, 4 Juni, Ridho memiliki kualitas kepemimpinan yang selama ini mungkin tidak terlalu banyak terlihat dari luar.
Namun di dalam tim, bek berusia 24 tahun itu dikenal sebagai sosok yang mampu menyatukan pemain dan menjadi panutan bagi rekan-rekannya.
Baca Juga: Grup J Piala Dunia 2026: Argentina Bidik Sejarah, Misi Pertahankan Gelar di Piala Dunia 2026
"Ridho akan menjadi kapten besok. Dia adalah seorang pemimpin, orang yang baik, dan mendapatkan rasa hormat yang besar dari semua pemain, termasuk saya. Dia akan memimpin kami dan saya pikir dia pantas mendapatkannya," kata Diks.
Meski optimistis dengan kepemimpinan Ridho, Diks tidak menampik bahwa absennya Jay Idzes tetap meninggalkan lubang besar di lini belakang Indonesia.
Bek Venezia tersebut selama ini menjadi salah satu figur sentral, baik dari sisi permainan maupun kepemimpinan.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Menghilangkan Frustrasi Akibat Keterlambatan Pengibaran Bendera Offside
Diks bahkan menilai Idzes merupakan sosok yang sulit digantikan karena memiliki kemampuan memimpin secara alami. Karakter tersebut telah ditunjukkan Jay dalam waktu yang cukup lama bersama Timnas Indonesia.
Bagi pemain Borussia Monchengladbach itu, kehilangan Idzes bukan hanya soal kualitas bertahan, tetapi juga hilangnya sosok yang kerap menjadi penyeimbang dan pengarah bagi rekan-rekannya di lapangan.
"Kami merindukannya. Jay adalah pemimpin alami dan dia sudah melakukan itu sejak lama. Namun sekarang kami harus bermain tanpa dia dan berharap dia bisa segera pulih," imbuhnya.
Baca Juga: Jersey Ikonik Pele di Final Piala Dunia 1958 Dihargai Fantastis
Meski demikian, Diks menegaskan Timnas Indonesia tidak boleh terus bergantung pada satu pemain. Absennya Idzes justru membuka kesempatan bagi pemain lain untuk menunjukkan kualitas dan mengambil tanggung jawab lebih besar.
Ia menilai skuad Garuda memiliki cukup banyak pemain yang siap menjawab tantangan tersebut. Karena itu, seluruh anggota tim dituntut untuk meningkatkan kontribusi masing-masing agar kehilangan sang kapten tidak terlalu terasa.
"Tentu kami kehilangan pemimpin kami. Tetapi sekarang pemain lain harus melangkah maju, termasuk saya," tegasnya.
Artikel Terkait
PSSI Soroti Proyek Regenerasi Pemain Muda Timnas Indonesia
Lama Absen Sejak 2024, Saddil Ramdani Girang Kembali Bela Timnas Indonesia
FIFA Matchday 2026: Garuda Kejar Kemenangan Pertama atas Oman dalam 38 Tahun
FIFA Matchday 2026: Herdman Ungkap Alasan Pertahankan Muhammad Ferrari
FIFA Matchday 2026: Herdman Pastikan Verdonk Siap, Marselino Menunggu Evaluasi Akhir