Di gim ketiga, Gregoria lagi-lagi menunjukkan performa apik setelah mendapatkan momentum di gim kedua.
Ia bahkan mampu menutup interval jeda gim ketiga dengan keunggulan 11-6 atas Carolina.
Akan tetapi, Gregoria kemudian sering melakukan kesalahan setelah jeda dan membuat permainan Carolina berkembang.
Alhasil, Carolina berhasil mengejar ketertinggalan dan aksi kejar-kejaran poin tidak terhindarkan.
Kesalahan demi kesalahan terus dilakukan oleh Gregoria meski masih mampu memberikan perlawanan kepada Carolina.
Namun, Carolina pada akhirnya keluar sebagai juara setelah sempat mengalami satu kali deuce.
Mantan tunggal putri nomor satu dunia itu pun menutup gim ketiga dengan poin 22-20.
Dengan hasil ini, Carolina berhasil back to back juara dalam dua turnamen beruntun di Eropa.
Sebelumnya, ia juga menjadi juara dalam ajang All England 2024.***