"Kami sadar di gim ketiga kami harus unggul sejak awal,” jelasnya.
Baca Juga: Tiket Kualifikasi FIBA Asia Cup 2025 Indonesia vs Thailand Sudah Dijual Online
Gelar di Kumamoto Masters ini menjadi kemenangan pertama Fajar/Rian sejak mereka terakhir kali meraih juara di All England Open pada Maret 2024.
Bagi Fajar, kemenangan ini memberikan kelegaan setelah beberapa bulan tanpa gelar.
“Alhamdulillah, senang dan bersyukur bisa kembali naik podium tertinggi setelah terakhir di All England,” ungkap Fajar.
Baca Juga: Kalahkan Singapura di Scrimmage Game Kualifikasi FIBA Asia Cup 2025, Coach Ahang Masih Belum Puas
“Kami meraih hasil terbaik, tapi tentu kami berharap bisa tampil lebih baik lagi ke depannya,” tambahnya.
Salah satu motivasi besar yang mendorong Fajar/Rian tampil habis-habisan adalah adu gengsi melawan pasangan Jepang di kandang mereka.
Fajar mengaku dirinya teringat kekalahan Timnas Indonesia dari Jepang di kualifikasi Piala Dunia 2026 beberapa hari sebelumnya.
Baca Juga: Pendekatan Ilmiah Latihan IIT untuk Meningkatkan Batas Stamina Anda
Indonesia saat itu kalah telak 0-4 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Kekalahan ini menjadi pelecut semangat bagi Fajar/Rian untuk menunjukkan bahwa Indonesia masih bisa bersaing, setidaknya di arena bulu tangkis.
“Setelah interval gim ketiga, kami berusaha menjaga fokus dan tidak terpengaruh saat lawan mulai mengejar,” kata Fajar.
“Kami sangat mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia dan cukup sedih melihat kekalahan timnas."
"Jadi di bulu tangkis, kami tidak mau menyerah. Kami ingin menang dari pasangan Jepang di kandangnya,” tegasnya.***