Mereka dijadwalkan bertemu pasangan peringkat 10 dunia, Goh/Lai, pada Jumat (13/12/2024).
Baca Juga: Hasil Liga Champions: FC Barcelona Sukses Mempermalukan Borussia Dortmund di Hadapan Pendukungnya
Kemenangan menjadi harga mati bagi Dejan/Gloria jika ingin menjaga asa Indonesia di sektor ganda campuran.
Namun, tantangan besar menanti, karena ini adalah pertemuan pertama antara kedua pasangan.
Dejan/Gloria harus memanfaatkan setiap peluang di lapangan, meskipun datang dengan modal kekalahan dari laga sebelumnya.
Baca Juga: Hasil Liga Champions: Juventus Kandaskan Ambisi Manchester City
Dalam situasi seperti ini, segala kemungkinan bisa terjadi di pertandingan yang sering disebut "laga buta" tersebut.
Sementara itu, pasangan Jepang, Midorikawa/Saito, dipastikan tersisih dari turnamen setelah menderita dua kekalahan beruntun.
Mereka menjadi pasangan pertama di Grup B yang kehilangan peluang untuk melaju ke semifinal.
Baca Juga: Thiago Motta: Juventus Bermain dengan Sepenuh Hati, Jiwa, dan Kepala
Meski peluang Dejan/Gloria menipis, perjuangan mereka belum sepenuhnya berakhir.
Dengan semangat juang yang tinggi dan strategi permainan yang matang, mereka masih berpotensi menciptakan kejutan di laga terakhir.
Kemenangan atas Goh/Lai akan menjadi penentu apakah mereka bisa membawa Indonesia tetap bersaing di nomor ganda campuran BWF World Tour Finals 2024.
Baca Juga: Arsenal 3-0 Monaco: Bukayo Saka yang Istimewa Menginspirasi
Pertandingan ini tidak hanya soal poin, tetapi juga soal mental dan kemampuan untuk bangkit dari tekanan.