SportlinkNews - Pebulu tangkis tunggal putra China, Shi Yu Qi, perlahan mulai menemukan kembali semangat dan kepercayaan dirinya setelah menjuarai BWF World Tour Finals 2024.
Gelar tersebut bukan hanya menjadi prestasi, tetapi juga penanda kebangkitannya di kancah bulu tangkis internasional.
Keberhasilan Shi meraih gelar juara di turnamen penutup musim ini memiliki makna yang mendalam, mengulang pencapaian serupa enam tahun lalu ketika ia menjadi juara pada edisi 2018.
Baca Juga: Amad Diallo Jadi Pahlawan Derbi Manchester, Panen Pujian dari Bruno Fernandes dan Roy Keane
Namun, kali ini ada keistimewaan tersendiri yang membuat gelar tersebut lebih berarti.
Alasan pertama adalah keberhasilannya mengembalikan kejayaan tunggal putra China yang sempat meredup di turnamen ini.
Sebelum Shi, tidak ada pemain tunggal putra China yang mampu naik podium tertinggi BWF World Tour Finals dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Inter Miami Bidik Pablo Torre, Lionel Messi Jadi Kunci Negosiasi
Para junior Shi, seperti Li Shi Feng, Weng Hong Yang, dan Lu Guang Zu, telah berusaha keras tetapi gagal membawa pulang gelar.
Hal ini menambah nilai historis kemenangan Shi di Hangzhou, sekaligus membangkitkan kebanggaan bulu tangkis Negeri Tirai Bambu.
Alasan kedua, Shi sukses mengalahkan Anders Antonsen, lawan yang sempat menjadi sorotan publik selama turnamen berlangsung.
Baca Juga: Piala ASEAN 2024: Kalah dari Vietnam, Ini Posisi Indonesia di Klasemen Grup B
Pada laga final, Shi mengakhiri perlawanan Antonsen dalam dua gim langsung dengan skor 21-18, 21-14.
Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium, tempat berlangsungnya turnamen, menjadi saksi bagaimana Antonsen menjadi "musuh publik."