Fadia, yang sebelumnya pernah bermain di sektor ganda campuran bersama Rehan Naufal Kusharjanto, merasa senang dan terkejut atas keputusan PBSI untuk memasangkannya dengan Dejan.
Baca Juga: Bek Persib Nick Kuipers: Ada Banyak Hal yang Harus Diperbaiki di Putaran Kedua
“Saya senang karena diberi kesempatan bermain rangkap, meskipun awalnya sempat kaget dipasangkan dengan Dejan,” ujar Fadia.
“Dari junior di PB Djarum sudah dibiasakan main rangkap."
"Kini, PBSI mau mencoba atletnya bermain rangkap, tentu saya senang, tetapi harus lebih menjaga kondisi dan fisik karena kemungkinan bisa bermain dua kali setiap hari.”
Baca Juga: Persib Bandung Pimpin Klasemen Liga 1 2024/2025 Putaran Pertama Geser Persebaya Surabaya
Sebagai pasangan baru, Dejan dan Fadia saling memberikan pujian.
Mereka berharap bisa segera menyatu di lapangan dan bersaing di level elite dunia.
“Fadia punya pengalaman bermain yang banyak di level junior dan senior. Ini jadi modal baik untuk kami saat bertanding bersama,” ujar Dejan.
Baca Juga: Malut United FC Lepas Tiga Pemain Asingnya Usai Putaran Pertama Liga 1 2024/2025
“Mungkin ada beberapa hal yang bisa saya pelajari dari Fadia,” tambahnya.
Sementara itu, Fadia menilai Dejan sebagai sosok yang pantang menyerah.
“Dejan orangnya tidak gampang menyerah. Saya sering melihat dia bertanding karena jadwal kami sering berbarengan,” kata Fadia.
Baca Juga: Persib Bandung Perpanjang Rekor Belum Terkalahkan di Liga 1 2024/2025
Pasangan ini optimistis dapat membawa prestasi di sektor ganda campuran.