Usai rehat, Jonatan memulai dengan baik usai meraih tiga poin beruntun dan berbalik memimpin 12-11.
Setelahnya, saling kejar angka pun terus terjadi hingga kedudukan 19-19. Keuntungan didapatkan Jonatan saat mendapatkan match point 20-19.
Tapi Popov bisa memaksakan deuce 20-20. Kedua pemain pun silih berganti memimpin di poin-poin kritis ini.
Baca Juga: Apa Itu Kreatin dan Bagaimana Manfaatnya bagi Atlet?
Saat kedudukan 24-24, dua poin beruntun bisa diraih Popov untuk menyudahi perlawanan Jonatan di gim ketiga dengan skor 24-26.
Dengan kekalahan ini, Jonatan pun tersingkir dari turnamen berlevel BWF World Tour Super 1000 pertama tahun ini.
"Perfoma saya masih belum maksimal karena sangat disayangkan, ada kesempatan tapi penyelesaiannya sedikit kurang tenang," ujar Jojo.
"Dari mental dan cara berpikir, penerapan strategi juga harus lebih baik. Saya baru satu sampai dua minggu bersama coach Mulyo Handoyo jadi masih harus penyesuaian, tapi saya yakin dengan kualitas beliau, kerja sama kami akan membuahkan peningkatan ke depan," pungkasnya.