SportlinkNews - Indonesia mendominasi partai final Thailand Masters 2025 dengan meloloskan empat wakilnya. Hanya sektor tunggal putra yang gagal meloloskan wakil di laga pamungkas yang berlangsung di Nimibutr Stadium, Minggu, 2 Februari 2025.
Dari sektor ganda, di putra, Muhammad Shohibul Fikri-Daniel Marthin akhirnya menyentuh final pertama mereka setelah enam bulan berpartner. Nantinya, mereka akan menghadapi ganda Korea, Jin Yong-Seo Seung Jae yang sebelumnya menundukkan wakil Indonesia lainnya, Leo Rolly Carnando-Bagas Maulana di perempatfinal.
Laga nanti adalah pertemuan kedua mereka. Pada perjumpaan pertama di Indonesia Masters pekan lalu, Fikri-Daniel menang atas ganda peringkat 92 dunia itu.
Kemudian, di putri ada Lanny Tria Mayasari-Siti Fadia Silva Ramadhanti yang akan bertemu dengan wakil tuan rumah, Laksika Kanlaha-Phataimas di partai puncak. Ini juga merupakan final pertama bagi pasangan baru ini dan mungkin sekaligus perpisahan. Karena pekan depan, Fadia akan kembali duet dengan pasangan lamanya, peraih emas Olimpiade Tokyo 2020, Apriyani Rahayu.
Apriyani kembali setelah menepi dari lapangan usai Olimpiade Paris 2024. Dia hiatus untuk fokus kepada pemulihan cederanya. Apriyani-Fadia akan turun di Orleans Masters Super 300, 4-9 Maret mendatang.
Fadia sendiri mencatatkan double sukses di turnamen BWF Super 300 ini. Karena selain di ganda putri, Fadia juga berhasil lolos ke final di ganda campuran bersama Dejan Ferdinansyah.
Pasangan yang baru disatukan di Thailand Masters ini akan menghadapi tantangan besar di final. Mereka akan bertemu jagoan tuan rumah, unggulan keempat, Dechapol Puavaranukroh bersama duet barunya, Supissara Paewsampran.
Jalan Komang untuk melangkah hingga partai final ini tidak mudah. Sempat cedera ketika permainannya sedang meningkat, kini Komang kembali dengan perlawanan penuh.
Sayang, tunggal putra gagal melengkapi pencapaian apik Merah Putih di turnamen ini. Menurunkan empat wakil, prestasi terbaik sektor ini adalah perempatfinal melalui Alwi Farhan. Tapi, Alwi menyerah di tangan unggulan ke delapan, Nguyen Nhat dari Irlandia.
Setelah gagal merealisasikan target tiga gelar di turnamen kandang, Indonesia Masters pekan lalu, pencapaian ini ibarat pelipur lara bagi Indonesia. Sejak di gelar pada 2016, wakil Indonesia telah mencatatkan lima gelar juara dari tiga sektor yakni tunggal putra, tunggal putri, dan ganda putra. Sedangkan untuk sektor ganda putri dan campuran belum pernah naik podium teratas.