bulutangkis

Bulutangkis Indonesia Raih Gelar Perdana di Tahun Ini, Lanny/Fadia Juara di Thailand Masters 2025

Minggu, 2 Februari 2025 | 20:40 WIB
Ganda putri Indonesia Siti Fadia Silva Ramadhanti/Lanny Tria Mayasari berfoto bersama trofi usai meraih gelar juara di Thailand Masters 2025, di di Nimibutr Stadium, Bangkok, Minggu, 2 Februari 2025.

SportlinkNews - Bulutangkis Indonesia akhirnya meraih gelar perdana di tahun ini, pada gelaran Thailand Masters 2025. Gelar dipersembahkan oleh pasangan baru Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti.

Mereka meraih gelar usai menang 15-21, 21-13, 21-8 atas wakil tuan rumah, Laksika Kanlaha/Phataimas Muenwong pada final yang berlangsung di Nimibutr Stadium, Bangkok, Minggu, 2 Februari 2025.

Ini merupakan gelar kedua mereka setelah dipasangkan akhir tahun lalu, dan sekaligus gelar pertama di level World Tour 300. Gelar pertama mereka ada di Indonesia International Challenge pada akhir tahun lalu.

Baca Juga: Alvaro Morata Hengkang dari AC Milan, Juventus Berpeluang Dapatkan Victor Osimhen

Sayangnya, di turnamen individu berikutnya, pasangan ini akan kembali dipecah. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Fadia kembali akan kembali dengan Apriyani Rahayu pekan depan di Orleans Masters 2025, 4-9 Maret mendatang dan Lanny kemungkinan juga akan dipasangan dengan partner baru lagi.

Bagi Fadia sudah cukup lama dirinya tak meraih gelar juara di level World Tour. Terakhir dia meraih gelar bersama Apriyani di Hong Kong Open dua tahun lalu.

Sementara bagi Lanny, ini merupakan gelar World Tour 300 keduanya dengan pasangan yang berbeda. Tahun lalu, dia merebut gelar juara Swiss Open 2024 bersama Ribka Sugiarto.

Baca Juga: Menang Telak, Satria Muda Unggul 37 Poin dari Borneo Hornbills

Fadia pun mencatatkan double sukses di turnamen ini. Karena selain menembus final di ganda putri, dia juga sukses mencapai puncak di ganda campuran, kendati hasilnya masih runner-up.

Bersama Dejan Ferdinansyah, Fadia masih harus mengakui keunggulan ganda tuan rumah, unggulan keempat, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran. Mereka tunduk 21-19, 17-21, 13-21 setelah berjuang satu jam lebih.

"Hari ini (final) bermain enam gim full, lelah tapi terbayarkan. Setelah belum berhasil di campuran, terbalaskan karena bisa menjadi juara di ganda putri," kata Fadia dikutip dari rilis PBSI.

"Gelar ini saya persembahkan untuk pelatih saya, Kak Nitya (Nitya Krishinda Maheswari) yang sudah melatih kami dari awal tahun," ungkapnya kemudian.
 

Tags

Terkini