SportlinkNews - Melihat dari hasil satu bulan pertama di musim 2025, ganda putra utama Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto masih memiliki pekerjaan rumah yang harus segera diperbaiki. Peningkatan fisik menjadi fokus utama.
Dari empat turnamen pembuka tahun, performa Fajar/Rian di Indonesia Masters dan Thailand Masters dinilai sudah mulai keliatan.
"Indonesia Masters sudah bisa sampai final, dan di Thailand di semi final meski secara persiapan kurang karena banyak terpotong libur," kata pelatih Ganda Putra PBSI, Antonius Budi saat penyerahan bonus atlet berprestasi PB Djarum di Oakwood Hotel, TMII, Jakarta, Rabu, 5 Februari lalu.
Baca Juga: Siti Fadia Siap Jadi Andalan Indonesia di Badminton Asia Mixed Team Championship 2025
"Jadi saat di Indonesia Masters badannya dan segalanya macamnya (Fajar/Rian) belum siap. Dengan pertandingan terus sampai tiga turnamen, sebenarnya sudah bagus sampai final. Mereka sudah bisa mengatasi secara tekanannya," tuturnya.
Tapi, melihat dari hasil observasinya selama sebulan di Pelatnas, Fajar/Rian masih kurang melakukan penguatan dari segi fisik. Dalam hal, power endurance dan strength masih harus ditambah.
"Power endurance-nya harus dikuatin, strength-nya harus ditambah. Kayak kekuatan otot, daya tahan otot, stamina itu harus ditingkatkan lagi, itu kuncinya di situ," tambah Anton.
Baca Juga: Masuk ke Grup Neraka, Timnas Futsal Indonesia Tetap Percaya Diri Bersaing di AFC Women’s Futsal Asian Cup 2025
Dirinya pun berharap, Fajri/Rian sudah mengalami progres bagus di dua turnamen selanjutnya di Maret nanti, yakni All England dan Swiss Open. Apalagi di All England, Fajar/Rian adalah juara bertahan.
"Ya harapannya, mereka bisa menunjukkan peningkatannya di All England dan Swiss Open. Sebagai juara bertahan, tentu harapannya mereka harus bisa mempertahankannya, karena mereka (ganda putra) tentu mau hattrick kan," tukasnya.
"Namun, ingin juara lagi kan tidak mudah, harus kerja keras, persiapan yang baik, latihan yang keras, disiplin, komit latihan. Secara mental pengalaman Fajar/Rian sudah punya semua, tinggal perbaiki kekurangan dan menggeber skill, sudah itu saja," imbuh Anton kemudian.
Baca Juga: Jarang Dimainkan di Belgia, Sandy Walsh Dikabarkan Segera Gabung Urawa Reds
Perjalanan Fajar-Rian memang turun naik. Mereka pernah berada di puncak performanya pada 2022 lalu, saat duduk di posisi pertama dunia selama sembilan bulan 14 hari.
Lalu, setahun kemudian, performanya beransur-ansur menurun. Bahkan melawan ganda yang non unggulan pun terkadang mereka kepayahan.
Hingga tahun lalu, di All England secara tak terduga mereka juara. Tapi kemudian, performa mereka kembali naik turun dan di Olimpiade Paris hanya sampai perempatfinal.
"Kalau dari segi umur sih, mestinya masih bisa ya (juara). Contoh saja seniornya, Hendra-Ahsan umur segitu aja masih bisa dan bersaing juga. Jadi saya harap Fajar/Rian juga masih punya semangat untuk bersaing," tutup Anton.