SportlinkNews - Tim Bulutangkis Indonesia mengincar juara grup untuk mendapatkan undian lebih baik di babak perempat final Badminton Asia Mixed Team Championships 2025.
Pertandingan terakhir penyisihan Grup B melawan Malaysia akan jadi penentunya.
Indonesia butuh keluar sebagai grup untuk menghindari pertemuan dini dari para tim-tim andalan, seperti Cina, Jepang, serta Korea di perempatfinal.
Baca Juga: Peter Bosz: Kekalahan PSV Seharusnya Tidak Perlu Terjadi, Ivan Perisic Tunjukkan Kelasnya
Indonesia sendiri sudah memastikan lolos setelah kemenangan kejutan dari Hong Kong atas Malaysia 3-2, pagi ini, 12 Februari 2025 di Qingdao Conson Gymnasium, Qingdao, Cina.
Untuk menjadi juara Grup, Indonesia terlebih dahulu harus bisa menang atas Malaysia.
"Sudah masuk ke perempatfinal tapi jangan dulu terlalu senang yang berlebihan apalagi jumawa. Tetap fokus dan jangan lengah," kata kapten tim, Rinov Rivaldy.
"Besok lawan Malaysia tetap harus all out. Kami mengejar kemenangan pastinya, jadi siapapun yang diturunkan harus bermain maksimal dan memberikan yang terbaik," lanjutnya.
Baca Juga: Persaingan Grup B Asia Mixed Team Championship 2025 Ketat, Hong Kong Beri Kejutan Kalahkan Malaysia
Menilik para pemain yang dibawa, Indonesia akan bertumpu pada sektor tunggal putri dan ganda putri.
Dua sektor itu diharapkan akan menjadi kunci kemenangan melawan Malaysia, mengingat di tiga sektor lainnya persaingan cukup ketat di atas kertas.
Pelatih ganda putri, Prasetyo Restu Basuki mengatakan anak asuhnya siap untuk diturunkan.
"Lanny/Fadia dan Rachel/Trias dari latihan terakhir hari ini siap diturunkan. Kondisinya sangat baik," ucap Prasetyo.
Baca Juga: Thiago Motta Puji Tiga Pemainnya yang Bawa Juventus Menang atas PSV Eindhoven
"Malaysia pasti akan tampil mati-matian melawan Indonesia, mereka butuh kemenangan jadi tetap kami harus waspada. Di atas kertas memang kami unggul tapi kalau sudah di lapangan situasi bisa berubah," katanya.
Dia pun mengingatkan untuk terus fokus sejak masuk lapangan dan terus semangat sepanjang pertandingan.
"Jadi fokusnya tidak boleh kendur dan semangatnya harus berani diadu," pesan Prasetyo kemudian.