SportlinkNews - Membuka poin untuk Indonesia setelah tertinggal lebih dahulu tidak lah mudah, apalagi sudah masuk fase gugur di Badminton Asia Mixed Championship 2025.
Namun, tugas itu kembali diselesaikan dengan baik oleh Alwi Farhan saat melawan Thailand di semifinal.
Turun di partai kedua, dia mampu menundukkan, Panitchapon Teeraratsakul 21-13, 21-18 untuk memberikan poin pertama untuk Indonesia setelah tertinggal 0-1.
Baca Juga: Kalahkan Thailand, Indonesia Kunci Tiket Final Badminton Asia Mixed Champioship 2025
Alwi mengaku bahwa dirinya melihat bagaimana perjuangan dari Dejan Ferdinansyah dan Siti Fadia Silva Ramadhanti yang bermain di partai pembuka.
Bagaimana kerja keras Dejan/Fadia itulah yang membuat dirinya terinsipirasi.
"Saya juga mau melakukan yang terbaik untuk tim Indonesia. Saya tidak terlalu memikirkan rekor pertemuan atau skor besar Indonesia vs Thailand berapa," ucapnya.
Pertemuan Alwi dan lawannya itu memang bukan yang pertama. Sebelumnya saat masih bermain di level junior, Alwi sempat kandas di Kejuaraan Dunia Junior U19 2022 di babak 64.
Baca Juga: Kyle Walker Ungkap Mengapa Perlu Tinggalkan Man City untuk Milan
Lalu apa kunci kemenangan Alwi kali ini atas lawannya, tunggal peringkat 43 dunia itu mengaku, dirinya belajar dari sebelumnya.
"Sudah cukup lama saya tidak bertemu dengan dia. Dia asalah salah satu pemain Thailand yang bagus, serangannya unik," tuturnya kemudian.
"Kami berdua pasti saling pantau perkembangan masing-masing. Dan hari ini saya bisa mengantisipasi dengan baik permainan dia," tukasnya lagi.
Baca Juga: Bikin Rekor Lagi, Persib Jadi Tim yang Belum Pernah Kalah Pada Laga Tandang
Secara pola permainan, Teeraratsakul dinilai Alwi tidak mengalami perubahan signifikan. Tapi, lawan sekarang dinilainya punya power lebih besar.
Sejak junior, Alwi sebenarnya sudah berulang kali dipercaya masuk skuat Indonesia di ajang beregu. Dari pengalaman itu lah menurutnya ada banyak pelajaran yang bisa dipetiknya.
"Saya beberapa kali ikut ajang beregu, pastinya pengalaman yang berharga. Walaupun kadang hanya nonton di bench, tetapi dari sana saya bisa merasakan atmosfernya juga dan belajar dari para pemain dunia, saya bersyukur bisa sampai di titik sekarang," ungkapnya.