Sementara itu, Hillstate hanya mampu meraih 2 kemenangan dari 7 pertandingan terakhir, menunjukkan penurunan konsistensi yang cukup signifikan.
Kedua tim bahkan sempat mengalami kekalahan dari GS Caltex, tim yang berada di peringkat bawah klasemen.
Baca Juga: Telan 5 Kekalahan Beruntun, Leicester Berada di Zona Maut
Pada 27 Februari, Hillstate kalah 1-3 dari Hi-Pass dan memilih untuk mengistirahatkan sebagian besar pemain utama mereka, seperti Kim Da-in, Yang Hyo-jin, Lee Da-hyeon, dan Kim Yeon-kyun.
Di sisi lain, Red Sparks juga mengambil langkah serupa pada 26 Februari saat menghadapi GS Caltex.
Setelah Park Eun-jin mengalami cedera, Red Sparks memutuskan untuk mencadangkan beberapa pemain andalan, termasuk Yeu Hye-seon, Megawati Hangestri Pertiwi, Noh Ran, dan Pyo Seung-ju.
Baca Juga: Bintang Barcelona Akui Kesalahan Besar di Liga Champions Menghantuinya
Pada akhirnya, perebutan posisi kedua bisa ditentukan oleh kualitas pemain cadangan dari masing-masing tim.
Secara komposisi, Hillstate dianggap memiliki kedalaman skuad yang lebih baik dibandingkan Red Sparks.
Selain itu, rekor pertemuan musim ini menunjukkan Red Sparks sedikit lebih unggul dengan 3 kemenangan dan 2 kekalahan atas Hillstate.
Baca Juga: Milan Dibekuk Bologna, Conceicao Semprot Wasit tapi Marah Besar dengan Media
Namun, satu pertandingan terakhir yang akan digelar di markas Hillstate, Suwon, pada 9 Maret, bisa menjadi faktor penentu dalam persaingan ini.
Bergantung pada situasi saat itu, kedua tim mungkin akan menurunkan pemain inti mereka dan bertarung habis-habisan untuk membuktikan dominasi di laga head-to-head terakhir musim reguler.
Jika hal itu terjadi, maka perebutan posisi kedua Liga Voli Korea akan tetap menarik hingga pertandingan terakhir.
Artikel Terkait
Adidas Luncurkan Mystic Victory Pack dengan Desain Berani dan Futuristik
PUMA Rilis Koleksi 'Forever' Pack, Hadir dengan Desain Berani dan Futuristik
Sumut United FC Juara PNM Liga Nusantara 2024/2025 Redam Tornado FC
All England 2025: Tunggal Putri Indonesia Diharapkan Mengikuti Jejak Juara
Pendukung Ultras Milan Ngamuk Menyerang Skuad dan Pemilik Klub