Sementara itu, efektivitas serangan Megawati juga menurun drastis, hanya mencapai 30,56 persen.
Baca Juga: Thiago Motta Ungkap Penyebab Juventus Tersingkir dari Liga Champions
Kekalahan ini tampaknya dipengaruhi oleh tekanan besar yang diberikan oleh pelatih Ko Hee-jin sebelum pertandingan.
Ia menekankan pentingnya finis di peringkat kedua klasemen, sehingga kemenangan dalam laga ini dianggap sebagai harga mati.
Sebelum pertandingan, Ko Hee-jin mengungkapkan ambisinya untuk membawa Red Sparks finis di posisi kedua.
Baca Juga: Juventus Ucapkan Selamat Tinggal Liga Champions
Menurutnya, peringkat dua akan memberikan keuntungan besar di babak playoff, karena tim yang berada di posisi tersebut mendapatkan lebih banyak laga kandang.
"Keinginan untuk finis di posisi kedua sama besar bagi saya dan para pemain," ujar Ko Hee-jin, dikutip dari Chosun.
Ia menambahkan bahwa laga kandang sangat penting bagi Red Sparks karena mereka merasa lebih nyaman bermain di Daejeon dengan dukungan penuh dari para penggemar.
Baca Juga: Ancelotti Tanggapi Hattrick Mbappe Hancurkan Manchester City
"Kami memiliki akomodasi di Daejeon dan dukungan dari penggemar sangat luar biasa. Kami ingin memulai playoff di kandang sendiri," tambahnya.
Namun, harapan besar itu justru berbanding terbalik dengan performa Red Sparks di lapangan.
Tekanan tinggi tampaknya membuat Megawati dan kawan-kawan bermain tidak lepas, yang akhirnya berdampak pada hasil negatif.
Baca Juga: Leylah Fernandez Menyulap Sepak Bolanya dengan Rok Mini
Di sisi lain, AI Peppers tampil dengan mentalitas yang lebih tenang.