Olahraga Bagian dari Budaya

Suryansyah, Sportlink News
- Rabu, 20 Maret 2024 | 16:04 WIB
Jesse Owens menangkan empat medali di Olimpiade Berlin 1936. (tucson.com)
Jesse Owens menangkan empat medali di Olimpiade Berlin 1936. (tucson.com)


SportlinkNews -Olahraga, kontes fisik dilakukan untuk mencapai tujuan dan tantangan yang ada. Olahraga adalah bagian dari setiap budaya di masa lalu dan sekarang.

Namun, setiap budaya memiliki definisinya sendiri tentang olahraga. Definisi yang paling berguna adalah definisi yang memperjelas hubungan olahraga dengan permainan, dan kontes.

“Bermain,” tulis administrator olahraga Jerman Carl Diem. “Olahraga adalah aktivitas tanpa tujuan, demi kepentingannya sendiri, kebalikan dari bekerja,” ungkap Sekjen Panitia Penyelenggara Olimpiade Berlin 1936 itu.

Baca Juga: Push Bike Kunci Awal Menuju Budaya Bersepeda

Manusia bekerja karena terpaksa; mereka bermain karena mereka ingin. Permainan bersifat autotelik—artinya, ia mempunyai tujuannya sendiri. Itu bersifat sukarela dan tanpa paksaan.

Anak-anak bandel yang dipaksa oleh orang tua atau gurunya untuk berkompetisi dalam permainan sepak bola (soccer) sebenarnya tidak terlibat dalam suatu olahraga.

Begitu pula dengan atlet profesional jika satu-satunya motivasi mereka adalah gaji. Dalam dunia nyata, dalam praktiknya, motif sering kali tercampur dan seringkali sangat sulit untuk ditentukan.

Definisi yang jelas tetap merupakan prasyarat untuk penentuan praktis tentang apa yang merupakan contoh permainan dan apa yang bukan.

Setidaknya ada dua jenis permainan. Yang pertama bersifat spontan dan tidak dibatasi. Banyak sekali contohnya. Seorang anak melihat sebuah batu pipih, memungutnya, dan melemparkannya melintasi perairan kolam.

Orang dewasa sambil tertawa menyadari bahwa dia telah mengucapkan kata-kata yang tidak disengaja. Tidak ada tindakan yang direncanakan, dan setidaknya keduanya relatif bebas dari kendala.

Jenis permainan kedua diatur. Ada aturan untuk menentukan tindakan mana yang sah dan mana yang tidak.

Aturan-aturan ini mengubah permainan spontan menjadi permainan, yang kemudian dapat didefinisikan sebagai permainan yang terikat aturan atau diatur.

Lompat katak, catur, “bermain rumah”, dan bola basket semuanya merupakan permainan, beberapa dengan aturan yang agak sederhana, yang lain diatur oleh serangkaian peraturan yang agak lebih rumit.

Baca Juga: Menciptakan Budaya Sepak Bola

Halaman:

Editor: Suryansyah

Sumber: tucson.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X