FIFA Ambil Langkah Signifikan untuk Sepak Bola Wanita dan Atasi Isu Rasisme

Muhammad Zaki Fajrul Haq, Sportlink News
- Kamis, 30 Mei 2024 | 21:45 WIB
FIFA melakukan pertemuan di Bangkok, Thailand untuk membahas sepak bola wanita dan isu rasisme yang menjamur. (FIFA)
FIFA melakukan pertemuan di Bangkok, Thailand untuk membahas sepak bola wanita dan isu rasisme yang menjamur. (FIFA)

SportlinkNews - Dewan FIFA mengadakan pertemuan penting sebelum Kongres FIFA ke-74 di Bangkok, Thailand, di mana beberapa keputusan krusial diambil, terutama terkait masa depan sepak bola wanita.

Salah satu keputusan utama yang diadopsi dengan suara bulat adalah Kalender Pertandingan Internasional Wanita (WIMC) 2026-2029.

WIMC 2026-2029 merupakan hasil dari proses konsultasi mendalam yang melibatkan penelitian dan analisis ekstensif, serta koordinasi dengan konfederasi dan pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga: Real Valladolid Membuat Sejarah, Klub Milik Ronaldo Nazario Kembali ke Kasta Tertinggi LALIGA

Dengan pendekatan yang berfokus pada pemain, kalender ini dirancang untuk memberikan lebih banyak kesempatan beristirahat dan pemulihan bagi pemain.

Jumlah jendela pertandingan dikurangi dari enam menjadi lima, sehingga mengurangi gangguan pada liga domestik dan mengurangi beban perjalanan.

Selain itu, menyusul keputusan Dewan FIFA pada Desember 2022 untuk memperkenalkan FIFA Women's Club World Cup™, disepakati bahwa edisi perdana kompetisi ini akan diikuti oleh 16 tim pada Januari-Februari 2026 dan akan diselenggarakan setiap empat tahun sekali.

Baca Juga: Musim Bersejarah: Real Madrid Tak Terkalahkan di Santiago Bernabeu dalam Ajang Liga Spanyol 2023-2024

Kompetisi klub wanita tambahan akan diadakan pada tahun-tahun non-Piala Dunia Klub Wanita FIFA mulai tahun 2027, untuk memastikan klub wanita di seluruh dunia memiliki kesempatan bermain yang cukup setiap tahun.

Untuk melindungi kesejahteraan pemain dan pelatih wanita, FIFA akan mengubah Peraturan tentang Status dan Transfer Pemain mulai 1 Juni 2024.

Perubahan ini mencakup perlindungan terhadap orang tua angkat dan ibu non-biologis, serta memperhitungkan dampak fisik, psikologis, dan sosial dari menstruasi berat atau komplikasi medis terkait kehamilan.

Baca Juga: Singapore Open 2024: Tunggal Putra Indonesia Ambyar, Anthony Ginting Gagal Pertahankan Gelar

Selain itu, asosiasi sepak bola didorong untuk memfasilitasi keseimbangan emosional pemain dengan keluarga mereka saat bertugas internasional.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan bahwa kalender pertandingan dan amandemen peraturan ini merupakan tonggak penting dalam upaya meningkatkan daya saing sepak bola wanita di seluruh dunia dan melindungi kesejahteraan pemain.

Halaman:

Editor: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Sumber: FIFA

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X